Home » Posts filed under Kegiatan
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Pelepasan Wisudawan/Wisudawati FISIP Universitas Siliwangi Periode Mei 2013
fisip.unsil.ac.id.
Pada hari ini (Kamis, 23 Mei 2013) FISIP Universitas Siliwangi melepas
wisudawan/wati yang telah berhasil menyelesaikan studinya di Ilmu
Politik FISIP. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Crown, Tasikmalaya
selepas upacara wisuda di tingkat Universitas. Kegiatan ini dilaksanakan
tepat pada pukul 13.30 WIB.
Kegiatan Jalan Sehat dalam Rangka Dies Natalis ke-35 Universitas Siliwangi
fisip.unsil.ac.id.
Universitas Siliwangi baru saja menggelar Jalan Sehat yang diikuti oleh
semua Civitas Akademika di lingkungan universitas. Kegiatan ini
diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati Dies
Natalis Universitas Siliwangi yang ke-35 tahun.
Menjadi Pemateri dalam LKMM di STIKES BTH Tasikmalaya
Ahad, 12 Mei 2013 kemarin saya
diundang untuk mengisi materi kedisiplinan dan melatih jiwa kritis mahasiswa
dalam Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) STIKES Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya. Kegiatan diskusi dimulai
sekitar pukul 10.00-12.30 WIB di Graha
Husada STIKES BTH.
Agenda Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kampung Naga, Tasikmalaya
fisip.unsil.ac.id.
Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen-dosen
FISIP Universitas Siliwangi akan melaksanakan Program Pengabdian
Masyarakat (PPM) di Kampung Naga, Neglasari, Salawu, Tasikmalaya.
Kegiatan seperti ini memang rutin digelar, sebagai bentuk kepedulian
kampus terhadap masyarakat sekitar.
Agenda Seminar Nasional FISIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya
fisip.unsil.ac.id. FISIP
Universitas Siliwangi yang digawangi Laboratorium Ilmu Politik, BEM/BLM
rencanya akan menggelar Seminar Nasional dengan tema : “Pendidikan
Politik Menjelang Pemilu 2014″. Kegiatan ini merupakan program yang
sudah dicanangkan jauh-jauh hari sebagai bentuk peran serta FISIP
terhadap berbagai persoalan masyarakat sekitar.
PPM Dosen Unsil di Sukaresik Tasikmalaya
Dosen-dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Siliwangi baru-baru ini melaksanakan Program
Pengabdian Masyarakat di Kampung Bojong Soban Desa Tanjung Sari
Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari
Sabtu-Minggu, 26-27 Februari 2013 ini mengambil tema : ”Pendidikan
Wawasan Kebangsaan, Melalui Penguatan Nilai Budaya Lokal dalam
Memperkuat Jati Diri Bangsa”.
Rombongan dosen yang dipimpin oleh Bapak
Edi Kusmayadi, M.Si terdiri dari Mohammad Ali Andrias, M.Si, Akhmad
Satori, M.Si, Subhan Agung, M.A, Hendra Gunawan, M.Si dan Rino Sundawa
Putra. Beberapa mahasiswa juga ikut serta dalam kegiatan ini yakni Ketua
BEM FISIP Abdul Rohman, Ketua BLM FISIP Yogi Kurniawan, dan Eko
“Gophank” Pratama.
Kegiatan dilakukan dengan diskusi intens
bersama masyarakat sekitar pada malam hari Minggunya yang membahas
berbagai persoalan masyarakat dan sosial secara umum, termasuk juga
beberapa hal di bidang pertanian. Pagi harinya diskusi dilanjutkan di
Bale Desa Tanjungsari bersama perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat
tentang nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal. Diskusi berjalan lancar
dan diikuti dengan antusias oleh para peserta diskusi, termasuk
sambutan antusias dari sekretaris desa dan perangkatnya, ketua BPD dan
jajarannya serta tokoh masyarakat sekaligus mantan kepala desa Bapak
Uung.
Semoga ilmu-ilmu yang telah disampaikan bermanfaat baik bagi kita, maupun masyarakat sekitar.
Mengisi Materi Kepemimpinan di SMK Ar-rizki Sukaratu
Labpol Fisip. Ketua Laboratorium Ilmu Politik (Labpol FISIP)
Universitas Siliwangi, Subhan Agung, S.IP, M.A. Jum'at 19 Oktober 2012
pukul 15.30 mengisi materi tentang Kepemimpinan dalam Latihan Dasar
Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS) SMK Arrizki Bina Insani, Cijuhung, Tasikmalaya.
Kegiatan ini merupakan program OSIS sebagai upaya untuk mencari bibit-bibit baru pemimpin yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan OSIS sekolah tersebut. Selain itu juga untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan siswa-siswi di SMK tersebut. Proses diskusi berjalan dengan lancar dan peserta mengikutinya dengan antusias.
SMK Arrizky merupakan SMK yang relatif baru keberadaannya di Kabupaten Tasikmalaya didirikan 3 tahun ke belakang oleh adik dari KH. Ilyas Rukhiyat, yakni KH. Ubaidilah Rukhiyat dan istri Hj. Neneng. Walaupun baru namun perkembangannya sangat pesat dan gaungnya sudah mulai terdengar ke daerah-daerah lain di Tasikmalaya.
Semoga sukses kegiatannya.
Sumber berita : Situs Labpol Universitas Siliwangi
Stadium General Labpol FISIP Universitas Siliwangi
Laboratorium Ilmu Politik FISIP
Universitas Siliwangi (Labpol FISIP Unsil) Tasikmalaya bekerja sama
dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FISIP Unsil), Hari Kamis, 27
September 2012 akan menyelenggarakan kegiatan studium general bertema Politik dan Birokrasi dalam Mewujudkan Good Governance. Kegiatan ini menghadirkan penyaji Bapak DR. Hari Waluyo Sedjati, M.Si
(Dosen Senior) Kopertis Wilayah V (Yogyakarta) dan akan di moderatori
oleh Subhan Agung (Ketua Labpol FISIP).
Kegiatan ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP
Universitas Siliwangi, Prof. Deden Mulyana, M.Si dan dihadiri oleh dosen
dan mahasiswa FISIP serta organ-organ lain di lingkungan Universitas
Siliwangi. Selamat, semoga sukses.
Sumber : Labpol Universitas Siliwangi
Silaturahmi Rektor Unsil ke Sekretariat FISIP
Rabu pagi tadi, 01 Agustus 2012 pukul 08.00 sd.09.00 WIB Bapak Rektor Universitas Siliwangi Prof. DR.
H. Kartawan, SE, MP beserta jajarannya mengunjungi sekaligus
bersilaturahmi dengan pimpinan dan Dosen FISIP Universitas Siliwangi.
Dalam kesempatan itu Rektor didampingi oleh Pembantu Rektor II Bapak Ir.
Asep Kurnia, MP, Pembantu Rektor III Dr. Dedi Natawijaya, MS dan
Pembantu Rektor IV Dr. Endang Surahman, M.Pd. Sedangkan dari pimpinan
FISIP yang menyambut adalah Dekan Prof. Dr. Deden Mulyana, M.Si,
Pembantu Dekan Bapak Edi Kusmayadi, M.Si dan Ketua Prodi Ilmu Politik
FISIP Bapak Akhmad Satori, M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsil
dan jajarannya menyempatkan melihat berbagai fasilitas di sekretariat
FISIP, kemudian Perpustakaan dan Laboratorium. Pertemuan yang
dilaksanakan diruang Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas
Siliwangi ini juga diisi dengan diskusi, pengarahan, apreasiasi dan
menampung aspirasi dari seluruh jajaran pimpinan dan dosen FISIP Unsil
terkait pengelolaan dan perkembangan FISIP ke depannya.
Dari pihak FISIP sendiri terlihat sangat
antusias mengikuti silaturahmi ini terbukti dengan hadirnya sebagian
besar dosen FISIP. Bagi FISIP hal ini menjadi kebanggaan tersendiri,
karena secara langsung dikunjungi oleh pimpinan Universitas Siliwangi,
dan berkomunikasi secara langsung. Semoga hal ini menjadi sarana
mempererat hubungan harmonis antara pimpinan Universitas Siliwangi
dengan fakultas, unit, dosen dan civitas akademika di lingkungan
Universitas Siliwangi. Amin (sa).
Sumber : Situs FISIP Universitas Siliwangi
Serba-serbi Dibalik Kegiatan Temu Akbar FISIP
Seperti diinformasikan dalam SITUS RESMI FISIP UNSIL atau blog pribadi saya PASIR GADOG bahwa beberapa waktu lalu BEM FISIP baru saja menggelar temu akbar civitas akademika FISIP UNSIL.
Inilah photo-photo tersebut :
Inilah photo-photo tersebut :
- Ketua panitia, Aguzssudrazat sedang narsis kegirangan, maklum dia sudah bertahun-tahun tidak diphoto, hehehe...
- Aktor no.2 sebelah kanan sebenarnya merupakan "buronan" yang sedang dicari oleh pihak berwajib, sehingga beliau menutupi matanya dengan kacamata tipe buram,,,--kaya kertas buram aja ya---heheh
- Kang Andi, tokoh alumni terkemuka sedang merenungi nasib, karena malamnya kecapean menjadi RT dalam Gaplehan, yang membuatnya habis segalanya...ha, haha..
- Odong, salah seorang tokoh reformasi di FISIP kecapaian sehabis kalah taruhan dalam Gaplehan..hehehe..
- Suasana kesibukan para peserta Temu Akbar yang bermain Gapleh, Kegiatan ini juga diikuti oleh pejabat teras FISIP (Pak Astor) dan Driver Kanda Dian..
- Sepertinya wajah beliau sangat familiar (pertama dari kiri), cuman heran sedang apa ya beliau pake helm, masa dirumah mau kebut-kebutan, apalagi Pangandaran kan gerah...hehehe
- Ini juga kanda Dian (dua dari kiri) ikut-ikutan mau ngebut di rumah, memang zaman modern sudah banyak membuat manusia aneh ya...hehehhe
- Ini sepertinya saya, waktu itu saya berencana mau bunuh diri, tapi kagak jadi karena berbagai pertimbangan...hehehe.
- Saya lagi, jauh-jauh ke Pangandaran, ini ni tujuan saya semedi untuk mendapatkan wangsit...ehehe..
- Jau-jauh datang ke Pangandaran, ternyata tokoh ini nyambi profesi sebagai penjaga kotak kebersihan di depan Gua, heheheh..Sejak kapan mas?..
- Photo bersama sebelum makan siang, copet nyasar juga tidak ketinggalan...hehheheheehh..
Catatan : Semua photo ini bukan kejadian sebenarnya dalam kegiatan temu
akbar, hanya merupakan serba-serbi dalam acara informal saja...heheh,
semoga keakraban semua civitas dapat terus terjalin, amin (sa)
Semedi di Gua Lanang Pangandaran
Hari Ahad, 08 Juli 2012 kemarin saya
berkunjung ke Pangandaran dalam rangka silaturahmi akbar mahasiswa,
alumni dan dosen FISIP Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Dalam
kesempatan tersebut saya menyempatkan diri mengunjungi cagar alam
Pangandaran.
Ketika masuk ke sana saya sudah disambut dengan gerombolan
monyet-monyet berbagai ukuran. Cagar alam ini termasuk area yang kaya
akan gua-gua kuno masa lampau. Salah satu gua yang menarik saya, karena
selain ukurannya paling panjang dibanding gua lainnya, karena gua ini
indah diahiasi batuan unik di atasnya. Gambar-gambar di bawah ini adalah
sebagian dokumentasi dari perjalanan tersebut :
Diskusi Keharusan Publikasi Ilmiah di FISIP Unsil
Kesiapan FISIP Universitas Siliwangi Menghadapi Keharusan Publikasi Ilmiah
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Hari Sabtu, 19 Mei 2012 menyelenggarakan kegiatan diskusi menyikapi surat edaran Dikti tentang Kewajiban Publikasi bagi Calon Lulusan S1, S2 dan S3. Kebijakan yang sejak awal menuai pro kontra ini didiskusikan sebagai langkah antisipasi FISIP Universitas Siliwangi dalam kesiapannya ketika diimplementasikan, yang menurut rencana akan diberlakukan mulai Agustus 2012 ke depan. Sebagai institusi pendidikan tinggi, FISIP Unsil tentunya harus juga siap menyongsong pemberlakukan peraturan tersebut.
Kesiapan tersebut diantaranya adalah kesiapan pengelola, media, dosen dan juga mahasiswanya. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Tim Detasering Dikti DR. Abimanyu DN, Prof. DR. Eng. H. Arifin, dan Drs. Zulbachrul Chaniago, MS dengan dipandu oleh Pembantu Dekan FISIP (Edi Kusmayadi, M.Si). Tim Dikti menekankan pentingnya kesiapan, baik kebijakan, infrastruktur maupun dosen dan mahasiswa dalam pemberlakukan peraturan Dikti tersebut. Seperti yang telah diketahui bersama, Dikti baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 152/Dikti/E/T/2012 tentang Kewajiban Publikasi Ilmiah untuk Calon Lulusan S-1, S-2, dan S-3. Inti dari surat edaran tersebut adalah kelulusan mahasiswa S-1 harus setelah karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal ilmiah, S-2 di jurnal terakreditasi nasional, dan S-3 di jurnal terakreditasi internasional.
Hal tersebut menjadi penting untuk disikapi, karena mau tidak mau ke depannya mahasiswa jika menginginkan lulus kuliah, tidak hanya dapat menyelesaikan dan lulus ujian skripsi atau karya ilmiah lainnya sesuai jenjang, namun juga wajib mempublikasikan karyanya dalam jurnal ilmiah. Dikti saat ini sudah menyiapkan portal, yang dinamai Portal Garuda untuk mengakomodir publikasi tersebut. Kapanpun portal tersebut siap menerima upload publikasi ilmiah dari mahasiswa seluruh Indonesia. Namun, selain itu juga untuk ke depannya setiap universitas diharapkan memiliki portal tersendiri, baik include dengan situs institusi universitas atau PT nya ataupun tersendiri dalam rangka publikasi tersebut.
Catatan penting dari diskusi tersebut adalah bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di level fakultas ISIP untuk perbaikan ke depannya, terutama menanggapi kesiapan kebijakan Dikti tersebut. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa dosen dan sebagian besar mahasiswa angkatan akhir, merekomendasikan adanya pelibatan mahasiswa dalam redaksi jurnal Aliansi (jurnal FISIP Unsil) yang ke depannya akan ditargetkan untuk diakreditasi nasional. Selain itu juga merekomendasikan pembentukan jurnal mahasiswa dan sesuai kesepakatan akan diincludekan dengan kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM ) FISIP Unsil sebagai koordinator pengelola jurnal mahasiswa tersebut dan Subhan Agung sebagai Dosen Pembimbing jurnal mahasiswa tersebut. Semoga Sukses.
Ditulis oleh : Subhan Agung, M.A.
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Hari Sabtu, 19 Mei 2012 menyelenggarakan kegiatan diskusi menyikapi surat edaran Dikti tentang Kewajiban Publikasi bagi Calon Lulusan S1, S2 dan S3. Kebijakan yang sejak awal menuai pro kontra ini didiskusikan sebagai langkah antisipasi FISIP Universitas Siliwangi dalam kesiapannya ketika diimplementasikan, yang menurut rencana akan diberlakukan mulai Agustus 2012 ke depan. Sebagai institusi pendidikan tinggi, FISIP Unsil tentunya harus juga siap menyongsong pemberlakukan peraturan tersebut.
Kesiapan tersebut diantaranya adalah kesiapan pengelola, media, dosen dan juga mahasiswanya. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Tim Detasering Dikti DR. Abimanyu DN, Prof. DR. Eng. H. Arifin, dan Drs. Zulbachrul Chaniago, MS dengan dipandu oleh Pembantu Dekan FISIP (Edi Kusmayadi, M.Si). Tim Dikti menekankan pentingnya kesiapan, baik kebijakan, infrastruktur maupun dosen dan mahasiswa dalam pemberlakukan peraturan Dikti tersebut. Seperti yang telah diketahui bersama, Dikti baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 152/Dikti/E/T/2012 tentang Kewajiban Publikasi Ilmiah untuk Calon Lulusan S-1, S-2, dan S-3. Inti dari surat edaran tersebut adalah kelulusan mahasiswa S-1 harus setelah karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal ilmiah, S-2 di jurnal terakreditasi nasional, dan S-3 di jurnal terakreditasi internasional.
Hal tersebut menjadi penting untuk disikapi, karena mau tidak mau ke depannya mahasiswa jika menginginkan lulus kuliah, tidak hanya dapat menyelesaikan dan lulus ujian skripsi atau karya ilmiah lainnya sesuai jenjang, namun juga wajib mempublikasikan karyanya dalam jurnal ilmiah. Dikti saat ini sudah menyiapkan portal, yang dinamai Portal Garuda untuk mengakomodir publikasi tersebut. Kapanpun portal tersebut siap menerima upload publikasi ilmiah dari mahasiswa seluruh Indonesia. Namun, selain itu juga untuk ke depannya setiap universitas diharapkan memiliki portal tersendiri, baik include dengan situs institusi universitas atau PT nya ataupun tersendiri dalam rangka publikasi tersebut.
Catatan penting dari diskusi tersebut adalah bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di level fakultas ISIP untuk perbaikan ke depannya, terutama menanggapi kesiapan kebijakan Dikti tersebut. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa dosen dan sebagian besar mahasiswa angkatan akhir, merekomendasikan adanya pelibatan mahasiswa dalam redaksi jurnal Aliansi (jurnal FISIP Unsil) yang ke depannya akan ditargetkan untuk diakreditasi nasional. Selain itu juga merekomendasikan pembentukan jurnal mahasiswa dan sesuai kesepakatan akan diincludekan dengan kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM ) FISIP Unsil sebagai koordinator pengelola jurnal mahasiswa tersebut dan Subhan Agung sebagai Dosen Pembimbing jurnal mahasiswa tersebut. Semoga Sukses.
Ditulis oleh : Subhan Agung, M.A.
Seminar dan Sosialisasi Pemilukada Kota Tasikmalaya
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Siliwangi kerja sama
dengan KPUD Kota Tasikmalaya hari ini, Kamis, 12 April 2012
menyelenggarakan Seminar Pendidikan Politik
dan Sosialisasi Pemilukada Kota Tasikmalaya Juli 2012 mendatang. Acara
yang dibuka oleh Dekan FISIP Prof. DR Deden Mulyana, M.Si ini digelar di
Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Acara ini dihadiri oleh Pembantu Dekan
FISIP (Edi Kusmayadi, M.Si), Ketua Program Studi Ilmu Politik Bapak
Akhmad Satori, M.Si, sejumlah dosen FISIP Unsil, mahasiswa di lingkungan
Universitas Siliwangi dan perwakilan siswa dari SMA di sekitar Kota
Tasikmalaya, wartawan dan Ormas. Pembicara-pembicaranya adalah Bapak Yusuf
(Anggota KPUD Kota Tasikmalaya), Bapak Endang Rusyanto (Ketua Konsorsium
Pemuda Tasikmalaya) dan Subhan Agung (Pengajar Ilmu Politik FISIP
Universitas Siliwangi).
Pembicara pertama, Bapak Yusup sebagai
wakil dari KPUD memberikan pemahaman dan informasi tentang tata cara
berpartisipasi politik dalam Pemilukada besok. Beliau menjelaskan banyak
tentang tetek bengek pelaksanaan pemilukada dari mulai aturan, konsep,
teknis dan evaluasi Pemilukada. Sedangkan pembicara kedua (Endang
Rusyanto) lebih menjelaskan pada pemahaman akan pentingnya partisipasi
kaum muda dalam Pemilukada besok. Sebagai perwakilan dari akademisi
(Subhan Agung) lebih menjelaskan konsep-konsep urgensi Pemilukada
Langsung dalam pencapaian kualitas berdemokrasi.
Berpartisipasi dalam Pemilukada langsung
merupakan salah satu kunci dalam negara demokrasi, karena suara rakyat
penentu legitimasi penguasa. Walaupun Indonesia merupakan salah satu
model negara yang tidak melarang Golput, namun kualitas demokrasi
(legitimasi) akan sangat ditentukan besar atau tidaknya tingkat
partisipasi masyarakat (the mass) dalam memberikan suara dalam
proses Pemilukada tersebut. Jika sebagian besar warga negara tidak
memberikan suaranya legitimasi hasil Pemilukada dipertanyakan, bahkan di
beberapa negara Pemilu dapat dinyatakan gagal.
Sumber : fisip.unsil.ac.id
Pelantikan BEM dan DLM Fisip Unsil
Labpolunsil. Jum'at, 30 Maret 2012
kemarin pukul 09.00 merupakan hari bersejarah bagi Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) dan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) karena merupakan
saat mereka diambil sumpah sebagai pengurus baru lembaga tersebut. Ketua
BEM saat ini dijabat oleh Abdul Rahman dan Ketua DLM dijabat oleh Yogi.
Keduanya menggantikan ketua BEM dan DLM sebelumnya yang dijabat oleh
Resta Nova dan Gerry Rahayu. Hal yang menjadi menarik di lingkungan
Universitas Siliwangi, karena kedua pengurus tersebut, BEM dan DLM
adalah mahasiswa yang nota bene masih baru (semester 2). Hal ini
bahkan dikatakan oleh Ketua BEM Unsil sebagai sejarah sepanjang
kepengurusan BEM di lingkungan Universitas Siliwangi yang selalu dijabat
oleh mahasiswa lama.
Acara
ini dihadiri oleh seluruh pengurus BEM dan DLM baru dan sebagian
pengurus lama, beberapa staf dosen, Pembantu Dekan 3 FISIP Universitas
Siliwangi, Ketua BEM dan DLM Universitas Siliwangi. Acara pelantikan
dilakukan oleh Ketua BEM dan DLM Universitas Siliwangi terhadap para
pengurus baru tersebut, yang kemudian disahkan oleh Pembantu Dekan 3
FISIP Universitas Siliwangi.
Dalam sambutannya Ketua BEM
Universitas Siliwangi memberikan apresiasi dan penghargaan atas
demisionernya pengurus lama dan memberikan semangat gerakan bagi
pengurus baru. BEM dan DLM FISIP walaupun terbilang baru di lingkungan
Universitas Siliwangi telah terbukti memberikan banyak kontribusi di
level BEM dan DLM universitas, bahkan posisinya sangat berpengaruh.
Sedangkan
Pembantu Dekan 3 memberikan amanat dengan meneruskan dan mencontoh yang
baik dari pengurus sebelumnya dan membuang yang jeleknya. kepengurusan
sebelumnya diakuinya banyak memiliki kelebihan, sekaligus tidak sedekit
juga kelemahannya, termasuk kurang memback up kepengurusan baru
saat ini, sehingga pelaksanaan pelantikan pengurus baru terkesan "tidak
siap" dan kebingungan. Kritik tersebut juga sekaligus menjadi catatan
bagi pengurus BEM dan DLM selanjutnya supaya hal tersebut tidak terulang
lagi.
Selamat bekerja dan berkarya
bagi pengurus baru BEM dan DLM FISIP Universitas Siliwangi, semoga
amanah dan membawa FISIP ke arah kemajuan dan gerakan mahasiswa yang
progresif. Untuk pengurus BEM dan DLM FISIP lama demisioner terima kasih
atas pengabdiannya selama ini untuk gerakan mahasiswa FISIP, semoga
mampu membimbing pengurus baru.
Inilah gallery photo dalam acara pelantikan tersebut :
Tim Labpol FISIP Universitas Siliwangi@02042012.
Pelatihan Metodologi Penelitian LP2M Unsil
Oleh : Subhan Agung, M.A.
Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M)
Universitas Siliwangi, hari ini (Senin, 22 Februari 2012)
menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian. Kegiatan ini
mengambil tema : Jaminan Mutu Penelitian dalam Penelitian Hibah Kompetensi.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari semua fakultas di lingkungan Universitas Siliwangi. Walaupun dirasa tidak cukup representasi dikatakan pelatihan karena alokasi waktu yang sangat terbatas, namun cukup memberikan pengalaman dan pengetahuan progam penelitian yang ditawarkan oleh Dirjen Dikti dan penelitian mandiri lainnya, termasuk juga strategi dalam memenangkan proyek penelitian unggulan berdasarkan pengalaman ahli yang sudah berpengalaman.
Dalam kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof. DR. H. Kartawan, SE, MP ini dihadirkan tiga pembicara termasuk Rektor sendiri, kemudian Prof. DR. Rully Indrawan, MS (Guru Besar Universitas Pasundan), dan DR. Gima Sugiama, SE, MS (Dosen senior Politeknik Bandung). Prof Kartawan menjelaskan tentang metode penelitian, Prof. Rully menjelaskan tentang beberapa Program Penelitian DP2M serta beberapa masalah dalam menyusun proposal, sedangkan DR. Gima menjelaskan tentang teknik penyusunan karya ilmiah penelitian.
Menurut Prof. Kartawan metode ilmiah merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah. Dalam pencapaian kesimpulan penelitian terdapat tangga-tangga ilmiah yang dijalani, yaitu : perumusan dan identifikasi masalah, perumusan kerangka pemikiran, perumusan hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Diskusi berlanjut mengkaji berbagai tradisi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian kualitatif memang memiliki karakteristik tertentu yang sedikit berbeda dengan penelitian kuantitatif—walaupun dianggap tidak substantif–, seperti tidak selalu harus memakai hipotesis seperti yang biasa mentradisi dalam model penelitian dengan pendekatan kualitatif etnografi, studi pemikiran dan lainnya yang lazim biasa dipakai dalam penelitian politik.
Pembicara kedua Prof. Rully Indrawan menekankan pada perlunya pengetahuan para dosen dalam persoalan kebijakan tentang hibah penelitian untuk mampu menerobosnya. Tokoh yang memiliki track record penelitian skala besar ini sangat penekankan pemahaman ini merata bagi semua dosen, khususnya di lingkungan Universitas Siliwangi. Program Hibah Penelitian Perguruan Tinggi dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Hibah Penelitian Desentralisasi dan Hibah Penelitian Kompetitif Nasional.
Hibah Penelitian Desentralisasi terdiri dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Penelitian Tim Pascasarjana, Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (Pekerti) dan penelitian Disertasi Doktor. Setiap penelitian tersebut mendapatkan alokasi dana yang berbeda-beda dengan persyaratan yang variatif pula, tergantung kualifikasi dan target penelitiannya. Sedangkan Penelitian Kompetitif Nasional diantaranya : Penelitian Unggulan Strategi Nasional, Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri, Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Kompetensi dan Penelitian Strategis Nasional. Untuk ingin mengetahui lebih dalam tentang hal ini silahkan masuk ke situs utama http://dikti.go.id.
Pembicara ketiga, Dr. Gima Sugiama lebih menyoroti bahwa dalam teknik penyusunan karya ilmiah penelitian harus memperhatikan konten yang berkualitas, format yang dibuat sesui dengan panduan penelitian sesuai dengan program penelitian yang ingin diajukan, pertanyaan penelitian yang layak dan visioner dalam konteks keluaran penelitian sesuai program masing-masing yang sudah disebutkan di atas.
Luaran penelitian yang dianggap berkualitas semisal produk IPTEK (metode, teknik, model, dll), dapat dipublikasikan lewat jurnal artikel ilmiah, baik nasional maupun internasional, menghasilkan buku refensi ber-ISBN, buku ajar ber-ISBN, dan menghasilkan model strategi atau bahkan teori baru yang menambah kekayaan intelektual yang dipatenkan (HAKI). Diakhir sesi diskusi ini beliau memberikan semangat bahwa perlu terus membangun semangat budaya meneliti, karena penelitian membuat hidup lebih bermakna dan bernilai, bahkan penelitian dapat meningkatkan poin profesionalisme dosen dan juga koin (keuntungan ekonomis) jika digeluti secara serius.
Semoga saja kegiatan ini menjadi pendorong bagi semua civitas akademika, terutama para pengajar di Universitas Siliwangi dalam menghasilkan penelitian-penelitian unggulan di masa datang, sesuai dengan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Amin ya Rabbal ‘alamain.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari semua fakultas di lingkungan Universitas Siliwangi. Walaupun dirasa tidak cukup representasi dikatakan pelatihan karena alokasi waktu yang sangat terbatas, namun cukup memberikan pengalaman dan pengetahuan progam penelitian yang ditawarkan oleh Dirjen Dikti dan penelitian mandiri lainnya, termasuk juga strategi dalam memenangkan proyek penelitian unggulan berdasarkan pengalaman ahli yang sudah berpengalaman.
Dalam kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof. DR. H. Kartawan, SE, MP ini dihadirkan tiga pembicara termasuk Rektor sendiri, kemudian Prof. DR. Rully Indrawan, MS (Guru Besar Universitas Pasundan), dan DR. Gima Sugiama, SE, MS (Dosen senior Politeknik Bandung). Prof Kartawan menjelaskan tentang metode penelitian, Prof. Rully menjelaskan tentang beberapa Program Penelitian DP2M serta beberapa masalah dalam menyusun proposal, sedangkan DR. Gima menjelaskan tentang teknik penyusunan karya ilmiah penelitian.
Menurut Prof. Kartawan metode ilmiah merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah. Dalam pencapaian kesimpulan penelitian terdapat tangga-tangga ilmiah yang dijalani, yaitu : perumusan dan identifikasi masalah, perumusan kerangka pemikiran, perumusan hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Diskusi berlanjut mengkaji berbagai tradisi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian kualitatif memang memiliki karakteristik tertentu yang sedikit berbeda dengan penelitian kuantitatif—walaupun dianggap tidak substantif–, seperti tidak selalu harus memakai hipotesis seperti yang biasa mentradisi dalam model penelitian dengan pendekatan kualitatif etnografi, studi pemikiran dan lainnya yang lazim biasa dipakai dalam penelitian politik.
Pembicara kedua Prof. Rully Indrawan menekankan pada perlunya pengetahuan para dosen dalam persoalan kebijakan tentang hibah penelitian untuk mampu menerobosnya. Tokoh yang memiliki track record penelitian skala besar ini sangat penekankan pemahaman ini merata bagi semua dosen, khususnya di lingkungan Universitas Siliwangi. Program Hibah Penelitian Perguruan Tinggi dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Hibah Penelitian Desentralisasi dan Hibah Penelitian Kompetitif Nasional.
Hibah Penelitian Desentralisasi terdiri dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Penelitian Tim Pascasarjana, Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (Pekerti) dan penelitian Disertasi Doktor. Setiap penelitian tersebut mendapatkan alokasi dana yang berbeda-beda dengan persyaratan yang variatif pula, tergantung kualifikasi dan target penelitiannya. Sedangkan Penelitian Kompetitif Nasional diantaranya : Penelitian Unggulan Strategi Nasional, Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri, Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Kompetensi dan Penelitian Strategis Nasional. Untuk ingin mengetahui lebih dalam tentang hal ini silahkan masuk ke situs utama http://dikti.go.id.
Pembicara ketiga, Dr. Gima Sugiama lebih menyoroti bahwa dalam teknik penyusunan karya ilmiah penelitian harus memperhatikan konten yang berkualitas, format yang dibuat sesui dengan panduan penelitian sesuai dengan program penelitian yang ingin diajukan, pertanyaan penelitian yang layak dan visioner dalam konteks keluaran penelitian sesuai program masing-masing yang sudah disebutkan di atas.
Luaran penelitian yang dianggap berkualitas semisal produk IPTEK (metode, teknik, model, dll), dapat dipublikasikan lewat jurnal artikel ilmiah, baik nasional maupun internasional, menghasilkan buku refensi ber-ISBN, buku ajar ber-ISBN, dan menghasilkan model strategi atau bahkan teori baru yang menambah kekayaan intelektual yang dipatenkan (HAKI). Diakhir sesi diskusi ini beliau memberikan semangat bahwa perlu terus membangun semangat budaya meneliti, karena penelitian membuat hidup lebih bermakna dan bernilai, bahkan penelitian dapat meningkatkan poin profesionalisme dosen dan juga koin (keuntungan ekonomis) jika digeluti secara serius.
Semoga saja kegiatan ini menjadi pendorong bagi semua civitas akademika, terutama para pengajar di Universitas Siliwangi dalam menghasilkan penelitian-penelitian unggulan di masa datang, sesuai dengan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Amin ya Rabbal ‘alamain.
Telah Terbit Jurnal Aliansi Terbaru
Volume 4, Nomor 1, Januari 2012)
Proses demokratisasi pasca Reformasi membawa
arus besar perubahan sistem politik dari tingkat nasional hingga tingkat
lokal. Euporia demokrasi telah membawa sebuah grand desain baru, sehingga lahirlah beberapa sistem
yang dianggap sebagai implementasi demokratisasi. Otonomi daerah dan
pemilihan kepala daerah langsung adalah salah satu contoh bagaimana
demokratisasi didistribusikan hingga ke tingkat lokal.
Pergeseran sistem politik ini, khususnya ditingkat lokal tentunya
akan mempunyai pengaruh terhadap kebiasan-kebiasan (kearifan) masyarakat
yang ada ditingkat lokal khususnya menyangkut budaya politik, dan ini
akan berimplikasi pada perubahan sosial tertentu pada masing-masing
daerah. Perubahan tersebut dipicu karena adanya benturan antara konsep
atau standar global mengenai sistem demokrasi yang menjadi episentrum
perubahan sistem politik setelah reformasi, dengan nilai-nilai budaya
atau kearifan lokal yang sudah sekian lama berlangsung disuatu daerah.
Perubahan sistem yang diinginkan jelas akan mengalami fase transisi
sebelum demokratisasi tersebut betul-betul matang menjadi sistem yang
kuat. Pada fase inilah konsolidasi demokratisasi akan menghadapi
benturan-benturan. benturan benturan tersebut menyangkut relasi warga
masyarakat dengan proses politik yang akan berlangsung kaitannya dengan
perubahan pada institusi-institusi politik, pemilihan pemimpin politik,
komunikasi politik, ekonomi politik yang akan mengubah masyarakat pada
situasi sosial tertentu.
Pada Jurnal edisi kali ini, beberapa tulisan akan membahas mengenai
bagaimana perubahan-perubahan itu berlangsung. Perubahan tersebut erat
kaitannya dengan perubahan dinamika politik nasional dan kearifan lokal.
Tulisan pertama oleh Andi Said Ali Akbar akan memaparkan
indikasi-indikasi mengenai perkembangan partai politik setelah
reformasi. Sistem demokrasi yang dibangun pasca reformasi mengarah pada
sistem politik High Cost atau demokrasi berbiaya tinggi.
Tulisan kedua oleh Akhmad Satori akan mengkaji mengenai Bagaimana
proses terjadinya sistem sosial dan sistem budaya, juga sistem keagamaan
majemuk yang berlaku sekarang di Susuru, dan Bagaimana proses transisi
masyarakat Susuru dalam memahami kemajemukan.
Dinamika lokal akan dipaparkan oleh Muhtar Haboddin dalam tulisan
selanjutnya mengenai pertarungan politik (Pilkada) dari dua kelompok
sosial yang berbeda di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, yakni
golongan Karaeng dan Daeng.
Hendra Gundawa dan Fitriani Yuliawati dalam tulisan keempat akan
mencermati mengenai peran Pers lokal terhadap dinamika Politik lokal
yang terjadi di Kota Tasikmalaya. Tema besar dari tulisan ini adalah
terlokalisirnya isu-isu mengenai dinamika sosial-politik lokal seiring
bangkitnya kebebasan dan peranan media terutama setelah implementasi
Otonomi Daerah dan pemilihan kepala daerah langsung.
Selanjutnya tulisan kelima dari Subhan Agung akan mengkaji mengenai
dampak eksploitasi pasir Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya terhadap
kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Benang merah dari tulisan
ini adalah lemahnya Governability pemerintah daerah dalam
melayani kepentingan publik. “perselingkuhan” antara pejabat,
elite-elite politik lokal dengan sejumlah pengusaha menjadi penyebab
rendahnya Governability karena keberpihakan mereka kepada kelompok pemilik modal.
Tulisan Subhan Agung tentang lemahnya governability diatas ditutup
dengan tulisan dari Taufik Nurohman dan Wiwi Widiastuti yang mengkaji
bagaimana kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota
Tasikmalaya dari prespektif opini publik.
Last but not least, mudah-mudahan jurnal edisi kali ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Selamat membaca.
Focus Groups Discussion Labpol Unsil
Oleh : Tim Labpol Unsil
Divisi Politik Lokal Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya Hari Rabu besok, 26 Oktober 2011 akan menggelar diskusi rutin Focus Groups Discussion dengan tema " Dinamika Politik Lokal dan Prospek Pilwalkot Tasikmalaya 2012". Kegiatan ini akan dihadiri oleh divisi-divisi dalam Labpol yang terdiri dari dosen-dosen dan mahasiwa-mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unsil.
Kegiatan ini akan menghadirkan pembicara Drs. Edi Kusmayadi, M.Si (Pembantu Dekan I FISIP Unsil) dan Bapak Dadih Abdulhadi, M.Si (Koordinator Tasikmalaya Corruption Wacth). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat basis pemahaman dosen dan mahasiswa dalam memahami politik lokal di Tasikmalaya, terutama dalam waktu dekat Kota Tasikmalaya akan mengadakan Pilwalkot (2012 mendatang).
Diskusi ini akan menggali peta kekuatan calon dalam Pilwalkot, peluang independen dalam kontestasi Pilwalkot, prospek partisipasi politik, peluang Golput, dan prospek "kemajuan" Tasikmalaya pasca Pilwalkot melihat dari kondisi saat ini dan peta kekuatan yang muncul. Harapannya hasil kajian ini akan memberikan masukan berarti kepada berbagai pihak terutama kontestan dan pemerintah untuk memperhatikan nasib-nasib masyarakat yang selama ini selalu terpinggirkan dalam "ritual" demokrasi ini. Kajian ini tentunya akan terus dipertajam secara berkala sehingga dapat memberikan masukan-masukan yang berarti, baik sebagai upaya membentuk pola pikir yang holistik akan wacana politik lokal dan memperkaya pengetahuan politik prosedural maupun bagi pengelola kebijakan politik khususnya d tingkat lokal.
Walaupun diorientasikan utama bagi dosen dan mahasiswa Ilmu Politik Universitas Siliwangi, namun juga bagi siapapun yang ingin menyumbangkan saran dan berdiskusi dapat datang ke acara ini tanpa dipungut biaya. Lebih jelasnya perihal kehiatan ini, informasi waktu dan tempat dapat dilihat dalam famplet di bawah ini :
PAMPLET
Sumber Informasi : http://labpolunsil.blogspot.com
Sumber Gambar Ilustrasi : http://www.panoramio.com/photo/5523266
Sumber Informasi : http://labpolunsil.blogspot.com
Sumber Gambar Ilustrasi : http://www.panoramio.com/photo/5523266
Mengurai Masalah, Merenda Karya...
PR untuk BEM dan DLM FISIP Universitas Siliwangi
Subhan Agung
Subhan Agung
Badan
Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Legislatif Mahasiswa (BEM dan DLM)
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi, Kamis, 26
Mei 2011 kemarin menyelenggarakan Training Keorganisasian.
Kegiatan yang lebih tepatnya ngobrol-ngobrol seputar kepemimpinan,
model koordinasi antar substruktur dalam organisasi, administrasi,
program kerja, keuangan organisasi dan soft skill ini
menghadirkan pembicara Subhan Agung dan Rino Sundawa Putra ( keduanya
dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya). Kegiatan
ini dibuka oleh ketua program studi Ilmu Politik Universitas Siliwangi
Tasikmalaya, Akhmad Satori, M.Si.
Pembicara pertama, Subhan Agung
memberikan materi tentang model dan tipikal kepemimpinan yang
memungkinkan dapat diimplementasikan di BEM dan DLM kepengurusan baru
tahun 2011/2012 ini. Bagaimana juga pengurus harus memperhatikan
rekomendasi-rekomendasi penting hasil Musyawarah Mahasiswa, kondisi
FISIP, Unsil, dan masyarakat umumnya dalam pembuatan program kerja
nantinya. Disampaikan juga berbagai metode, misal SWOT dan Ansos
(analisis sosial) yang bisa dijadikan tawaran metode dalam penyusunan
program tersebut.
Pembicara kedua, Rino Sundawa Putra, dosen yang juga mantan aktivis BEM Universitas Siliwangi menyampaikan tentang soft skill
yang seharusnya dikembangkan dan menjadi perhatian serius kepengurusan
BEM dan DLM periode saat ini. Dikatakannya pula kepengurusan tidak hanya
memakai logika-logika birokratis semata dalam mengembangkan organisasi.
Harus dicari pendekatan lainnya semisal pendekatan pemikiran,
penelurusan persepsi tentang orientasi masing-masing pengurus dan
menyamakan visi misi. “Pendekatan hati” juga harus menjadi perhatian
serius bagi kepengurusan. Bagaimana pengurus merasakan enjoy berada
dalam organisasi, tanpa adanya unsur keterpaksaan dalam menjalankan
kegiatan dan tanggung jawab organisasi. Walaupun demikian kepengurusan
juga harus dinamis dan tetap semangat jika yang bekerja hanyalah
orang-orang tertentu saja. Memang secara alamiah, mereka yang tidak
serius tidak konsisten dalam organisasi, kemudian menempatkan
kepentingannya di atas kepentingan organisasi lambat laun mereka akan
tersisih dalam organisasi. Tugas pemimpin adalah terus mengkoordinasikan
supaya semangat berorganisasi terus terjaga dengan pendekatan hati yang
sudah disampaikan di atas.
Dari penyampaian-penyampaian pengurus
terlihat berbagai opini, dari mereka yang optimis ke depannya BEM dan
DLM akan lebih maju dari kepengurusan sebelumnya. Namun tidak jarang
juga memunculkan pendapat dari mereka yang merasa pesimis, karena
berbagai hal, semisal terlalu kuatnya tarikan kepentingan organisasi
ektra kampus semisal Ormas-ormas populer yang seolah-olah mencengkram
independensi BEM dan DLM. Menurut mereka organisasi-organisasi tersebut
cenderung sama-sama menginginkan BEM sebagai kendaran politik mereka.
Hal lainnya yang muncul adalah persoalan semangat pengurus yang lemah,
masih lemahnya managerial pengurus, pengalaman yang masih minim,
dikarenakan diantara beberapa pengurus merupakan mahasiswa semester awal
yang masih minim pengalaman.
Untuk menjawab persoalan tersebut,
salah satu pembicara, Subhan Agung menyampaikan bahwa hal tersebut semua
adalah fenomena umum yang dihadapi oleh hampir keseluruhan organ
kemahasiswa di Indonesia pasca jatuhnya Orba. Lembaga kemahasiswaan
seolah lesu dan kehilangan semangat (ruh) gerakannya. Hal ini
dimungkinkan karena gagapnya organ mahasiswa dalam merespon zaman saat
ini. Common enemy yang dijadikan objek perlawanan mereka saat
ini sangat multi interpretatif. Yang terjadi kemudian adalah
terkotak-kotaknya gerakan mahasiswa, mereka menjadi sensistif, fanatis
dan kurangnya orientasi gerakan yang kritis. mereka saat ini disibukkan
dengan perang memperbanyak anggota dengan saudara gerakan mahasiswa
lainnya, saling menjegal dan terkadang berhadap-hadapan dalam menyikapi
isu publik. Hal ini mengkhwatirkan dan tentunya membuat gerakan tidak
nyaman, apalagi jika problem tersebut terserap oleh lembaga semisal BEM.
kelesuan atau lemahnya semangat, kreatifitas yang kurang dan tidak
kompaknya kepengurusan akan mewarnai BEM, termasuk yang saat ini sedikit
banyak dirasakan oleh BEM dan dalam FISIP Universitas Siliwangi,
Tasikmalaya.
Kunci untuk menunggangi semua itu
adalah kuatnya leadership pemimpin, terutama top leadership dalam
mengelola konflik dan jadikan kerawan tersebut untuk berkompetisi secara
fair dalam membuat dan melahirkan karya nyata yang membanggakan FISIP,
Unsil apalagi masyarakat umum. Dengan perencanaan dan strategi yang by design
dengan matang maka yakin ke depannya BEM dan DLM FISIP Universitas
Siliwangi Tasikmalaya akan semakin maju, kritis, kreatif dan inovatif ke
depannya. Semoga.
Tasikmalaya, 26 Mei 2011
Subhan Agung.
Ilmu Politik dan Kurikulum Berbasis Kompetensi
Subhan Agung
Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi baru-baru ini melaksanakan loka karya kurikulum Ilmu politik, yang mengambil tema Loka Karya Kurikulum Ilmu Politik Berbasis Kompetensi (KBK Ilmu Politik). Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Prof. DR. Deden Mulyana, M.Si (Pembantu Rektor I Universitas Siliwangi) ini tentunya selain merespon kebijakan pemerintah, kegiatan ini juga selaras dengan visi/misi Universitas Siliwangi dan juga fakultas, terutama terkait dengan pengembangan keilmuan ke depannya. Peserta yang hadir tentunya memiliki latar belakang sangat variatif ( berbagai elemen dari masyarakat dan pemerintah).
Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satu dasar dari pelaksanaan loka karya adalah merespon kebijakan pemerintah. Sebagaimana kita ketahui dalam upaya memajukan pendidikan saat ini, pemerintah memberikan arahan, strategi, perencanaan, proses dan model evaluasi pendidikan dengan menggunakan sistem standarisasi tertentu. Model ini tersistematisasi lewat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). BNSP yang termutakhir saat ini adalah BNSP 2010. Oleh karena itulah mau tidak mau kita juga harus merespon ketentuan dan model pengelolaan pendidikan yang termuat dalam BNSP tersebut. Perbincangan tersebut salah satunya mengupas perumusan kurikulum, silabus sampai kepada RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Penjelasan lengkap seputar BNSP ini silakan klik di http://bsnp-indonesia.org/id/. Walaupun masih sangat debatible—perlu pembahasan khusus mendiskusikannya--, model ini tentunya memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni menghasilkan lulusan yang kapabel dan mampu bermanfaat di masyarakat nantinya.
Untuk menghasilkan kurikulum yang berkualitas, sebelum masuk dalam pembahasan draft yang sudah disiapkan oleh tim perumus, kegiatan loka karya ini dibuka dengan seminar Pemahaman Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan pembicara bapak Solahudin Kusumanegara (Pakar kurikulum) dan Dosen Senior di bidang Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Dalam penyampaiannya beliau lebih menyoroti filosofi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan mapping persoalan yang perlu diserap dalam revisi kurikulum. Pembicara kedua Bapak Edi Kusmayadi (Pembantu Dekan I FISIP Universitas Siliwangi) yang lebih menyoroti sejarah dan pengalaman dalam pengelolaan program Ilmu Politik Universitas Siliwangi beserta strategi pencapaian visi/misi universitas dan fakultas.
Dari diskusi yang dimoderatori oleh Subhan Agung (ketua Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi) ini mengamanatkan beberapa catatan penting yang mengemuka dan harus dipertimbangkan oleh para peserta seminar saat pembukaan loka karya kemarin dan perlu diturunkan (derivasi) dalam hal-hal yang bersifat praktis nantinya adalah: pertama, perlu memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, perlu ada rekayasa dan modifikasi keilmuan yang lebih kontekstual dengan kondisi sosial-kemasyarakatan saat ini. hal ini dilakukan supaya ilmu yang didapat mahasiswa lebih membumi dan menjadi problem solver atas persoalan sosial-kemasyarakatan. Kedua, tuntutan pasar kerja. Hal ini harus menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan supaya lulusan bisa berkompetisi di pasar kerja saat ini. Ketiga, konten lokal yang perlu diangkat menjadi ciri khas dan proyek unggulan kajian masa depan. Keempat, tentunya selaras dengan peraturan perundang-undangan, dan visi/misi universitas-fakutas.
Dari diskusi penyusunan kurikulum yang dipandu oleh Hendra Gunawan (Dosen Ilmu Politik) dan HJ. Ai (Dosen bahasa Indonesia FKIP Universitas Siliwangi) sebagai pemateri terlihat bahwa perlu ada sosialisasi yang lebih masif dari pemerintah ke universitas-universitas dan masif ke staf pengajar. Hal ini dikarenakan masih relatif asingnya standar yang dipakai sebagai acuan saat ini--maklum model ini belum secara masif tersosialisasikan kepada dosen-dosen di lingkungan kita--. Bahkan dalam dataran tertentu kita terkesan gagap dengan standar baru tersebut. Namun lewat bimbingan dari pemateri yang handal, penyusunan silabus dan RPP lancar dan tentunya yang terpenting memberikan pengetahuan dan pembelajaran perencanaan pendidikan yang lebih canggih dan mutakhir dalam memaksimalkan daya indegeniousitas mahasiswa. Karena kurang maksimal dalam pengkajian kemarin tim akan mem follow up lewat diskusi tim hingga tersusun kurikulum yan sesuai harapan di atas, termasuk silabus, dan RPP mata kuliah. Tentang mata kuliah akan ada beberapa mata kuliah baru dan mata kuliah konversi. Kami sedang melakukan proses penggodogan di tim permusus kurikulum dan awal Juni ditargetkan sudah ada hasilnya. Tunggu info selanjutnya.
Tasikmalaya, 10 Mei 2011.






















