Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Kegiatan Seminas Pendidikan Politik Menjelang Pemilu 2014 FISIP Universitas Siliwangi

fisip.unsil.ac.id. Laboratorium Ilmu Politik FISIP dan BEM/BLM hari ini (Sabtu, 01 Juni 2013) baru saja selesai menggelar kegiatan Seminar Nasional Menjelang Pemilu 2014 di Rektorat Lt.2 Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

Pelepasan Wisudawan/Wisudawati FISIP Universitas Siliwangi Periode Mei 2013

fisip.unsil.ac.id. Pada hari ini (Kamis, 23 Mei 2013) FISIP Universitas Siliwangi melepas wisudawan/wati yang telah berhasil menyelesaikan studinya di Ilmu Politik FISIP. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Crown, Tasikmalaya selepas upacara wisuda di tingkat Universitas. Kegiatan ini dilaksanakan tepat pada pukul 13.30 WIB. 

Kegiatan Jalan Sehat dalam Rangka Dies Natalis ke-35 Universitas Siliwangi

fisip.unsil.ac.id. Universitas Siliwangi baru saja menggelar Jalan Sehat yang diikuti oleh semua Civitas Akademika di lingkungan universitas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati Dies Natalis Universitas Siliwangi yang ke-35 tahun.

Menjadi Pemateri dalam LKMM di STIKES BTH Tasikmalaya

Ahad, 12 Mei 2013 kemarin saya diundang untuk mengisi materi kedisiplinan dan melatih jiwa kritis mahasiswa dalam Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKES Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya. Kegiatan diskusi dimulai sekitar pukul  10.00-12.30 WIB di Graha Husada STIKES BTH.

Agenda Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kampung Naga, Tasikmalaya

fisip.unsil.ac.id. Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dosen-dosen FISIP Universitas Siliwangi akan melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Kampung Naga, Neglasari, Salawu, Tasikmalaya. Kegiatan seperti ini memang rutin digelar, sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap masyarakat sekitar.

Agenda Seminar Nasional FISIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya

fisip.unsil.ac.id. FISIP Universitas Siliwangi yang digawangi Laboratorium Ilmu Politik, BEM/BLM rencanya akan menggelar Seminar Nasional dengan tema : “Pendidikan Politik Menjelang Pemilu 2014″. Kegiatan ini merupakan program yang sudah dicanangkan jauh-jauh hari sebagai bentuk peran serta FISIP terhadap berbagai persoalan masyarakat sekitar.

PPM Dosen Unsil di Sukaresik Tasikmalaya

Dosen-dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi baru-baru ini melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat di Kampung Bojong Soban Desa Tanjung Sari Kecamatan Sukaresik Tasikmalaya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari Sabtu-Minggu, 26-27 Februari 2013 ini mengambil tema : ”Pendidikan Wawasan Kebangsaan, Melalui Penguatan Nilai Budaya Lokal dalam Memperkuat Jati Diri Bangsa”.

Rombongan dosen yang dipimpin oleh Bapak Edi Kusmayadi, M.Si terdiri dari Mohammad Ali Andrias, M.Si, Akhmad Satori, M.Si, Subhan Agung, M.A, Hendra Gunawan, M.Si dan Rino Sundawa Putra. Beberapa mahasiswa juga ikut serta dalam kegiatan ini yakni Ketua BEM FISIP Abdul Rohman, Ketua BLM FISIP Yogi Kurniawan, dan Eko “Gophank” Pratama.

Kegiatan dilakukan dengan diskusi intens bersama masyarakat sekitar pada malam hari Minggunya yang membahas berbagai persoalan masyarakat dan sosial secara umum, termasuk juga beberapa hal di bidang pertanian. Pagi harinya diskusi dilanjutkan di Bale Desa Tanjungsari bersama perangkat desa, BPD dan tokoh masyarakat tentang nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal. Diskusi berjalan lancar dan diikuti dengan antusias oleh para peserta diskusi, termasuk sambutan antusias dari sekretaris desa dan perangkatnya, ketua BPD dan jajarannya serta tokoh masyarakat sekaligus mantan kepala desa Bapak Uung.

Semoga ilmu-ilmu yang telah disampaikan bermanfaat baik bagi kita, maupun masyarakat sekitar.

Mengisi Materi Kepemimpinan di SMK Ar-rizki Sukaratu

Labpol Fisip. Ketua Laboratorium Ilmu Politik (Labpol FISIP) Universitas Siliwangi, Subhan Agung, S.IP, M.A. Jum'at 19 Oktober 2012 pukul 15.30 mengisi materi tentang Kepemimpinan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMK Arrizki Bina Insani, Cijuhung, Tasikmalaya.

Kegiatan ini merupakan program OSIS sebagai upaya untuk mencari bibit-bibit baru pemimpin yang akan menggantikan tongkat estafet kepemimpinan OSIS sekolah tersebut. Selain itu juga untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan siswa-siswi di SMK tersebut. Proses diskusi berjalan dengan lancar dan peserta mengikutinya dengan antusias.

SMK Arrizky merupakan SMK yang relatif baru keberadaannya di Kabupaten Tasikmalaya didirikan 3 tahun ke belakang oleh adik dari KH. Ilyas Rukhiyat, yakni KH. Ubaidilah Rukhiyat dan istri Hj. Neneng. Walaupun baru namun perkembangannya sangat pesat dan gaungnya sudah mulai terdengar ke daerah-daerah lain di Tasikmalaya.

Semoga sukses kegiatannya.

Stadium General Labpol FISIP Universitas Siliwangi

Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi (Labpol FISIP Unsil) Tasikmalaya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FISIP Unsil), Hari Kamis, 27 September 2012 akan menyelenggarakan kegiatan studium general bertema Politik dan Birokrasi dalam Mewujudkan Good Governance. Kegiatan ini menghadirkan penyaji Bapak DR. Hari Waluyo Sedjati, M.Si (Dosen Senior) Kopertis Wilayah V (Yogyakarta) dan akan di moderatori oleh Subhan Agung (Ketua Labpol FISIP). 

Kegiatan ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Universitas Siliwangi, Prof. Deden Mulyana, M.Si dan dihadiri oleh dosen dan mahasiswa FISIP serta organ-organ lain di lingkungan Universitas Siliwangi. Selamat, semoga sukses.

Silaturahmi Rektor Unsil ke Sekretariat FISIP

Rabu pagi tadi, 01 Agustus 2012 pukul 08.00 sd.09.00 WIB Bapak Rektor Universitas Siliwangi Prof. DR. H. Kartawan, SE, MP beserta jajarannya mengunjungi sekaligus bersilaturahmi dengan pimpinan dan Dosen FISIP Universitas Siliwangi. Dalam kesempatan itu Rektor didampingi oleh Pembantu Rektor II Bapak Ir. Asep Kurnia, MP, Pembantu Rektor III Dr. Dedi Natawijaya, MS dan Pembantu Rektor IV Dr. Endang Surahman, M.Pd. Sedangkan dari pimpinan FISIP yang menyambut adalah Dekan Prof. Dr. Deden Mulyana, M.Si, Pembantu Dekan Bapak Edi Kusmayadi, M.Si dan Ketua Prodi Ilmu Politik FISIP Bapak Akhmad Satori, M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unsil dan jajarannya menyempatkan melihat  berbagai fasilitas di sekretariat FISIP, kemudian Perpustakaan dan Laboratorium. Pertemuan yang dilaksanakan diruang Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi ini juga diisi dengan diskusi, pengarahan, apreasiasi dan menampung aspirasi dari seluruh jajaran pimpinan dan dosen FISIP Unsil terkait pengelolaan dan perkembangan FISIP ke depannya.

Dari pihak FISIP sendiri terlihat sangat antusias mengikuti silaturahmi ini terbukti dengan hadirnya sebagian besar dosen FISIP. Bagi FISIP hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena secara langsung dikunjungi oleh pimpinan Universitas  Siliwangi, dan berkomunikasi secara langsung. Semoga hal ini menjadi sarana mempererat hubungan harmonis antara pimpinan Universitas  Siliwangi dengan fakultas, unit, dosen dan civitas akademika di lingkungan Universitas  Siliwangi. Amin (sa).

Serba-serbi Dibalik Kegiatan Temu Akbar FISIP

Seperti diinformasikan dalam SITUS RESMI FISIP UNSIL atau blog pribadi saya PASIR GADOG bahwa beberapa waktu lalu BEM FISIP baru saja menggelar temu akbar civitas akademika FISIP UNSIL.

Inilah photo-photo tersebut :

  • Ketua panitia, Aguzssudrazat sedang narsis kegirangan, maklum dia sudah bertahun-tahun tidak diphoto, hehehe...
  
  •  Aktor no.2 sebelah kanan sebenarnya merupakan "buronan" yang sedang dicari oleh pihak berwajib,  sehingga beliau menutupi matanya dengan kacamata tipe buram,,,--kaya kertas buram aja ya---heheh
 
  • Kang Andi, tokoh alumni terkemuka sedang merenungi nasib, karena malamnya kecapean menjadi RT dalam Gaplehan, yang membuatnya habis segalanya...ha, haha..
  • Odong, salah seorang tokoh reformasi di FISIP kecapaian sehabis kalah taruhan dalam Gaplehan..hehehe..
 
  • Suasana kesibukan para peserta Temu Akbar yang bermain Gapleh, Kegiatan ini juga diikuti oleh pejabat teras FISIP (Pak Astor) dan Driver Kanda Dian..
  • Sepertinya wajah beliau sangat familiar (pertama dari kiri), cuman heran sedang apa ya beliau pake helm, masa dirumah mau kebut-kebutan, apalagi Pangandaran kan gerah...hehehe 
 
  • Ini juga kanda Dian (dua dari kiri) ikut-ikutan mau ngebut di rumah, memang zaman modern sudah banyak membuat manusia aneh ya...hehehhe
  • Ini sepertinya saya, waktu itu saya berencana mau bunuh diri, tapi kagak jadi karena berbagai pertimbangan...hehehe. 
  • Saya lagi, jauh-jauh ke Pangandaran, ini ni tujuan saya semedi untuk mendapatkan wangsit...ehehe..
  • Jau-jauh datang ke Pangandaran, ternyata tokoh ini nyambi profesi sebagai penjaga kotak kebersihan di depan Gua, heheheh..Sejak kapan mas?..
  •  Photo bersama sebelum makan siang, copet nyasar juga tidak ketinggalan...hehheheheehh..
Catatan : Semua photo ini bukan kejadian sebenarnya dalam kegiatan temu akbar, hanya merupakan serba-serbi dalam acara informal saja...heheh, semoga keakraban semua civitas dapat terus terjalin, amin (sa)

Semedi di Gua Lanang Pangandaran

Hari Ahad, 08 Juli 2012 kemarin saya berkunjung ke Pangandaran dalam rangka silaturahmi akbar mahasiswa, alumni dan dosen FISIP Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Dalam kesempatan tersebut saya menyempatkan diri mengunjungi cagar alam Pangandaran. 

Ketika masuk ke sana saya sudah disambut dengan gerombolan monyet-monyet berbagai ukuran. Cagar alam ini termasuk area yang kaya akan gua-gua kuno masa lampau. Salah satu gua yang menarik saya, karena selain ukurannya paling panjang dibanding gua lainnya, karena gua ini indah diahiasi batuan unik di atasnya. Gambar-gambar di bawah ini adalah sebagian dokumentasi dari perjalanan tersebut :







Diskusi Keharusan Publikasi Ilmiah di FISIP Unsil

Kesiapan FISIP Universitas Siliwangi Menghadapi Keharusan Publikasi Ilmiah 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Hari Sabtu, 19 Mei 2012 menyelenggarakan kegiatan diskusi menyikapi surat edaran Dikti tentang Kewajiban Publikasi bagi Calon Lulusan S1, S2 dan S3. Kebijakan yang sejak awal menuai pro kontra ini didiskusikan sebagai langkah antisipasi FISIP Universitas Siliwangi dalam kesiapannya ketika diimplementasikan, yang menurut rencana akan diberlakukan mulai Agustus 2012 ke depan. Sebagai institusi pendidikan tinggi, FISIP Unsil tentunya harus juga siap menyongsong pemberlakukan peraturan tersebut.

Kesiapan tersebut diantaranya adalah kesiapan pengelola, media, dosen dan juga mahasiswanya. Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari Tim Detasering Dikti DR. Abimanyu DN, Prof. DR. Eng. H. Arifin, dan Drs. Zulbachrul Chaniago, MS dengan dipandu oleh Pembantu Dekan FISIP (Edi Kusmayadi, M.Si). Tim Dikti menekankan pentingnya kesiapan, baik kebijakan, infrastruktur maupun dosen dan mahasiswa dalam pemberlakukan peraturan Dikti tersebut. Seperti yang telah diketahui bersama, Dikti baru-baru ini mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 152/Dikti/E/T/2012 tentang Kewajiban Publikasi Ilmiah untuk Calon Lulusan S-1, S-2, dan S-3. Inti dari surat edaran tersebut adalah kelulusan mahasiswa S-1 harus setelah karya ilmiahnya dipublikasikan di jurnal ilmiah, S-2 di jurnal terakreditasi nasional, dan S-3 di jurnal terakreditasi internasional.

Hal tersebut menjadi penting untuk disikapi, karena mau tidak mau ke depannya mahasiswa jika menginginkan lulus kuliah, tidak hanya dapat menyelesaikan dan lulus ujian skripsi atau karya ilmiah lainnya sesuai jenjang, namun juga wajib mempublikasikan karyanya dalam jurnal ilmiah. Dikti saat ini sudah menyiapkan portal, yang dinamai Portal Garuda untuk mengakomodir publikasi tersebut. Kapanpun portal tersebut siap menerima upload publikasi ilmiah dari mahasiswa seluruh Indonesia. Namun, selain itu juga untuk ke depannya setiap universitas diharapkan memiliki portal tersendiri, baik include dengan situs institusi universitas atau PT nya ataupun tersendiri dalam rangka publikasi tersebut.

Catatan penting dari diskusi tersebut adalah bahwa masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di level fakultas ISIP untuk perbaikan ke depannya, terutama menanggapi kesiapan kebijakan Dikti tersebut. Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa dosen dan sebagian besar mahasiswa angkatan akhir, merekomendasikan adanya pelibatan mahasiswa dalam redaksi jurnal Aliansi (jurnal FISIP Unsil) yang ke depannya akan ditargetkan untuk diakreditasi nasional. Selain itu juga merekomendasikan pembentukan jurnal mahasiswa dan sesuai kesepakatan akan diincludekan dengan kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM ) FISIP Unsil sebagai koordinator pengelola jurnal mahasiswa tersebut dan Subhan Agung sebagai Dosen Pembimbing jurnal mahasiswa tersebut. Semoga Sukses.

Ditulis oleh : Subhan Agung, M.A.

Seminar dan Sosialisasi Pemilukada Kota Tasikmalaya

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Siliwangi kerja sama dengan KPUD Kota Tasikmalaya hari ini, Kamis, 12 April 2012 menyelenggarakan Seminar Pendidikan Politik dan Sosialisasi Pemilukada Kota Tasikmalaya Juli 2012 mendatang. Acara yang dibuka oleh Dekan FISIP Prof. DR Deden Mulyana, M.Si ini digelar di Gedung Rektorat Lantai 2 Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

Acara ini dihadiri oleh Pembantu Dekan FISIP (Edi Kusmayadi, M.Si), Ketua Program Studi Ilmu Politik Bapak Akhmad Satori, M.Si, sejumlah dosen FISIP Unsil, mahasiswa di lingkungan Universitas Siliwangi dan perwakilan siswa dari SMA di sekitar Kota Tasikmalaya, wartawan dan Ormas. Pembicara-pembicaranya adalah Bapak Yusuf (Anggota KPUD Kota Tasikmalaya), Bapak Endang Rusyanto (Ketua Konsorsium Pemuda Tasikmalaya) dan Subhan Agung (Pengajar Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi).

Pembicara pertama, Bapak Yusup sebagai wakil dari KPUD memberikan pemahaman dan informasi tentang tata cara berpartisipasi politik dalam Pemilukada besok. Beliau menjelaskan banyak tentang tetek bengek pelaksanaan pemilukada dari mulai aturan, konsep, teknis dan evaluasi Pemilukada. Sedangkan pembicara kedua (Endang Rusyanto) lebih menjelaskan pada pemahaman akan pentingnya partisipasi kaum muda dalam Pemilukada besok. Sebagai perwakilan dari akademisi (Subhan Agung) lebih menjelaskan konsep-konsep urgensi Pemilukada Langsung dalam pencapaian kualitas berdemokrasi.

Berpartisipasi dalam Pemilukada langsung merupakan salah satu kunci dalam negara demokrasi, karena suara rakyat penentu legitimasi penguasa. Walaupun Indonesia merupakan salah satu model negara yang tidak melarang Golput, namun kualitas demokrasi (legitimasi) akan sangat ditentukan besar atau tidaknya tingkat partisipasi masyarakat (the mass) dalam memberikan suara dalam proses Pemilukada tersebut. Jika sebagian besar warga negara tidak memberikan suaranya legitimasi hasil Pemilukada dipertanyakan, bahkan di beberapa negara Pemilu dapat dinyatakan gagal.

Sumber : fisip.unsil.ac.id

Pelantikan BEM dan DLM Fisip Unsil

Labpolunsil. Jum'at, 30 Maret 2012 kemarin pukul 09.00 merupakan hari bersejarah bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) karena merupakan saat mereka diambil sumpah sebagai pengurus baru lembaga tersebut. Ketua BEM saat ini dijabat oleh Abdul Rahman dan Ketua DLM dijabat oleh Yogi. Keduanya menggantikan ketua BEM dan DLM sebelumnya yang dijabat oleh Resta Nova dan Gerry Rahayu. Hal yang menjadi menarik di lingkungan Universitas Siliwangi, karena kedua pengurus tersebut,  BEM dan DLM adalah mahasiswa yang nota bene masih baru (semester 2). Hal ini bahkan dikatakan oleh Ketua BEM Unsil sebagai sejarah sepanjang kepengurusan BEM di lingkungan Universitas Siliwangi yang selalu dijabat oleh mahasiswa lama.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus BEM dan DLM baru dan sebagian pengurus lama, beberapa staf dosen, Pembantu Dekan 3 FISIP Universitas Siliwangi, Ketua BEM dan DLM Universitas Siliwangi. Acara pelantikan dilakukan oleh Ketua BEM dan DLM Universitas Siliwangi terhadap para pengurus baru tersebut, yang kemudian disahkan oleh Pembantu Dekan 3 FISIP Universitas Siliwangi.

Dalam sambutannya Ketua BEM Universitas Siliwangi memberikan apresiasi dan penghargaan atas demisionernya pengurus lama dan memberikan semangat gerakan bagi pengurus baru. BEM dan DLM FISIP walaupun terbilang baru di lingkungan Universitas Siliwangi telah terbukti memberikan banyak kontribusi di level BEM dan DLM universitas, bahkan posisinya sangat berpengaruh. 

Sedangkan Pembantu Dekan 3 memberikan amanat dengan meneruskan dan mencontoh yang baik dari pengurus sebelumnya dan membuang yang jeleknya. kepengurusan sebelumnya diakuinya banyak memiliki kelebihan, sekaligus tidak sedekit juga kelemahannya, termasuk kurang memback up kepengurusan baru saat ini, sehingga pelaksanaan pelantikan pengurus baru terkesan "tidak siap" dan kebingungan. Kritik tersebut juga sekaligus menjadi catatan bagi pengurus BEM dan DLM selanjutnya supaya hal tersebut tidak terulang lagi.

Selamat bekerja dan berkarya bagi pengurus baru BEM dan DLM FISIP Universitas Siliwangi, semoga amanah dan membawa FISIP ke arah kemajuan dan gerakan mahasiswa yang progresif. Untuk pengurus BEM dan DLM FISIP lama demisioner terima kasih atas pengabdiannya selama ini untuk gerakan mahasiswa FISIP, semoga mampu membimbing pengurus baru. 

Inilah gallery photo dalam acara pelantikan tersebut :





















Tim Labpol FISIP Universitas Siliwangi@02042012.

Pelatihan Metodologi Penelitian LP2M Unsil

Oleh : Subhan Agung, M.A.

Lembaga penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Siliwangi, hari ini (Senin, 22 Februari 2012) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Metodologi Penelitian. Kegiatan ini mengambil tema : Jaminan Mutu Penelitian dalam Penelitian Hibah Kompetensi.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen dari semua fakultas di lingkungan Universitas Siliwangi. Walaupun dirasa tidak cukup representasi dikatakan pelatihan karena alokasi waktu yang sangat terbatas, namun cukup memberikan pengalaman dan pengetahuan progam penelitian yang ditawarkan oleh Dirjen Dikti dan penelitian mandiri lainnya, termasuk juga strategi dalam memenangkan proyek penelitian unggulan berdasarkan pengalaman ahli yang sudah berpengalaman.

Dalam  kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof. DR. H. Kartawan, SE, MP ini dihadirkan tiga pembicara termasuk Rektor sendiri, kemudian Prof. DR. Rully Indrawan, MS (Guru Besar Universitas Pasundan), dan DR. Gima Sugiama, SE, MS (Dosen senior Politeknik Bandung). Prof Kartawan menjelaskan tentang metode penelitian, Prof. Rully menjelaskan tentang beberapa Program Penelitian DP2M serta beberapa masalah dalam menyusun proposal, sedangkan DR. Gima menjelaskan tentang teknik penyusunan karya ilmiah penelitian.

Menurut Prof. Kartawan metode ilmiah merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah. Dalam pencapaian kesimpulan penelitian terdapat tangga-tangga ilmiah yang dijalani, yaitu : perumusan dan identifikasi masalah, perumusan kerangka pemikiran, perumusan hipotesis, dan penarikan kesimpulan. Diskusi berlanjut mengkaji berbagai tradisi penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian kualitatif memang memiliki karakteristik tertentu yang sedikit berbeda dengan penelitian kuantitatif—walaupun dianggap tidak substantif–, seperti tidak selalu harus memakai hipotesis seperti yang biasa mentradisi dalam model penelitian dengan pendekatan kualitatif etnografi, studi pemikiran dan lainnya yang lazim biasa dipakai dalam penelitian politik.

Pembicara kedua Prof. Rully Indrawan menekankan pada perlunya pengetahuan para dosen dalam persoalan kebijakan tentang hibah penelitian untuk mampu menerobosnya. Tokoh yang memiliki track record penelitian skala besar ini sangat penekankan pemahaman ini merata bagi semua dosen, khususnya di lingkungan Universitas Siliwangi. Program Hibah Penelitian Perguruan Tinggi dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu Hibah Penelitian Desentralisasi dan Hibah Penelitian Kompetitif Nasional.

Hibah Penelitian Desentralisasi terdiri dari Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Hibah Bersaing, Penelitian Fundamental, Penelitian Tim Pascasarjana, Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (Pekerti) dan penelitian Disertasi Doktor. Setiap penelitian tersebut mendapatkan alokasi dana yang berbeda-beda dengan persyaratan yang variatif pula, tergantung kualifikasi dan target penelitiannya. Sedangkan Penelitian Kompetitif Nasional diantaranya : Penelitian Unggulan Strategi Nasional,  Riset Andalan Perguruan Tinggi dan Industri, Penelitian Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional, Penelitian Kompetensi dan Penelitian Strategis Nasional. Untuk ingin mengetahui lebih dalam tentang hal ini silahkan masuk ke situs utama http://dikti.go.id.

Pembicara ketiga, Dr. Gima Sugiama lebih menyoroti bahwa dalam teknik penyusunan karya ilmiah penelitian harus memperhatikan konten yang berkualitas, format yang dibuat sesui dengan panduan penelitian sesuai dengan program penelitian yang ingin diajukan, pertanyaan penelitian yang layak dan visioner dalam konteks keluaran penelitian sesuai program masing-masing yang sudah disebutkan di atas.

Luaran penelitian yang dianggap berkualitas semisal produk IPTEK (metode, teknik, model, dll), dapat dipublikasikan lewat jurnal artikel ilmiah, baik nasional maupun internasional, menghasilkan buku refensi ber-ISBN, buku ajar ber-ISBN, dan menghasilkan model strategi atau bahkan teori baru yang menambah kekayaan intelektual yang dipatenkan (HAKI). Diakhir sesi diskusi ini beliau memberikan semangat bahwa perlu terus membangun semangat budaya meneliti, karena penelitian membuat hidup lebih bermakna dan bernilai, bahkan penelitian dapat meningkatkan poin profesionalisme dosen dan juga koin (keuntungan ekonomis) jika digeluti secara serius.

Semoga saja kegiatan ini menjadi pendorong bagi semua civitas akademika, terutama para pengajar di Universitas Siliwangi dalam menghasilkan penelitian-penelitian unggulan di masa datang, sesuai dengan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Amin ya Rabbal ‘alamain.

Telah Terbit Jurnal Aliansi Terbaru

Volume 4, Nomor 1, Januari 2012)

Proses demokratisasi pasca Reformasi membawa arus besar perubahan sistem politik dari tingkat nasional hingga tingkat lokal. Euporia demokrasi telah membawa sebuah  grand desain baru, sehingga lahirlah beberapa sistem yang dianggap sebagai implementasi demokratisasi. Otonomi daerah dan pemilihan kepala daerah langsung adalah salah satu contoh bagaimana demokratisasi didistribusikan hingga ke tingkat lokal. 
Pergeseran sistem politik ini, khususnya ditingkat lokal tentunya akan mempunyai pengaruh terhadap kebiasan-kebiasan (kearifan) masyarakat yang ada ditingkat lokal khususnya menyangkut budaya politik, dan ini akan berimplikasi pada perubahan sosial tertentu pada masing-masing daerah.  Perubahan tersebut dipicu karena adanya benturan antara konsep atau standar global mengenai sistem demokrasi yang menjadi episentrum perubahan sistem politik setelah reformasi, dengan nilai-nilai budaya atau kearifan lokal yang sudah sekian lama berlangsung disuatu daerah.

Perubahan sistem yang diinginkan jelas akan mengalami fase transisi sebelum demokratisasi tersebut betul-betul matang menjadi sistem yang kuat. Pada fase inilah konsolidasi demokratisasi akan menghadapi benturan-benturan. benturan benturan tersebut menyangkut relasi warga masyarakat dengan proses politik yang akan berlangsung kaitannya dengan perubahan pada institusi-institusi politik, pemilihan pemimpin politik, komunikasi politik, ekonomi politik yang akan mengubah masyarakat pada situasi sosial tertentu.

Pada Jurnal edisi kali ini, beberapa tulisan akan membahas mengenai bagaimana perubahan-perubahan itu berlangsung. Perubahan tersebut erat kaitannya dengan perubahan dinamika politik nasional dan kearifan lokal.

Tulisan pertama oleh Andi Said Ali Akbar akan memaparkan indikasi-indikasi mengenai perkembangan partai politik setelah reformasi. Sistem demokrasi yang dibangun pasca reformasi mengarah pada sistem politik High Cost  atau demokrasi berbiaya tinggi.

Tulisan kedua oleh Akhmad Satori akan mengkaji mengenai Bagaimana proses terjadinya sistem sosial dan sistem budaya, juga sistem keagamaan majemuk yang berlaku sekarang di Susuru, dan  Bagaimana proses transisi masyarakat Susuru dalam memahami kemajemukan.

Dinamika lokal akan dipaparkan oleh Muhtar Haboddin dalam tulisan selanjutnya mengenai pertarungan politik (Pilkada) dari dua kelompok sosial yang berbeda di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, yakni golongan Karaeng dan Daeng.

Hendra Gundawa dan Fitriani Yuliawati dalam tulisan keempat akan mencermati mengenai peran Pers lokal terhadap dinamika Politik lokal yang terjadi di Kota Tasikmalaya. Tema besar dari tulisan ini adalah terlokalisirnya isu-isu mengenai dinamika sosial-politik lokal seiring bangkitnya kebebasan dan peranan media terutama setelah implementasi Otonomi Daerah dan pemilihan kepala daerah langsung.

Selanjutnya tulisan kelima dari Subhan Agung akan mengkaji mengenai dampak eksploitasi pasir Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat sekitar. Benang merah dari tulisan ini adalah lemahnya Governability pemerintah daerah dalam melayani kepentingan publik. “perselingkuhan” antara pejabat, elite-elite politik lokal dengan sejumlah pengusaha menjadi penyebab rendahnya Governability karena keberpihakan mereka kepada kelompok pemilik modal.

Tulisan Subhan Agung tentang lemahnya governability diatas ditutup dengan tulisan dari Taufik Nurohman dan Wiwi Widiastuti yang mengkaji bagaimana kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya dari prespektif opini publik.

Last but not least, mudah-mudahan jurnal edisi kali ini bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Selamat membaca.

Focus Groups Discussion Labpol Unsil

 Oleh : Tim Labpol Unsil

Divisi Politik Lokal Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya Hari Rabu besok, 26 Oktober 2011 akan menggelar diskusi rutin Focus Groups Discussion dengan tema " Dinamika Politik Lokal dan Prospek Pilwalkot Tasikmalaya 2012". Kegiatan ini akan dihadiri oleh divisi-divisi dalam Labpol yang terdiri dari dosen-dosen dan mahasiwa-mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unsil. 

Kegiatan ini akan menghadirkan pembicara Drs. Edi Kusmayadi, M.Si (Pembantu Dekan I FISIP Unsil) dan Bapak Dadih Abdulhadi, M.Si (Koordinator Tasikmalaya Corruption Wacth). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat basis pemahaman dosen dan mahasiswa dalam memahami politik lokal di Tasikmalaya, terutama dalam waktu dekat Kota Tasikmalaya akan mengadakan Pilwalkot (2012 mendatang). 

Diskusi ini akan menggali peta kekuatan calon dalam Pilwalkot, peluang independen dalam kontestasi Pilwalkot, prospek partisipasi politik, peluang Golput, dan prospek "kemajuan" Tasikmalaya pasca Pilwalkot melihat dari kondisi saat ini dan peta kekuatan yang muncul. Harapannya hasil kajian ini akan memberikan masukan berarti kepada berbagai pihak terutama kontestan dan pemerintah untuk memperhatikan nasib-nasib masyarakat yang selama ini selalu terpinggirkan dalam "ritual" demokrasi ini. Kajian ini tentunya akan terus dipertajam secara berkala sehingga dapat memberikan masukan-masukan yang berarti, baik sebagai upaya membentuk pola pikir yang holistik akan wacana politik lokal dan memperkaya pengetahuan politik prosedural maupun bagi pengelola kebijakan politik khususnya d tingkat lokal.

Walaupun diorientasikan utama bagi dosen dan mahasiswa Ilmu Politik Universitas Siliwangi, namun juga bagi siapapun yang ingin menyumbangkan saran dan berdiskusi dapat datang ke acara ini tanpa dipungut biaya. Lebih jelasnya perihal kehiatan ini, informasi waktu dan tempat dapat dilihat dalam famplet di bawah ini :

PAMPLET 
Sumber Informasi : http://labpolunsil.blogspot.com 
Sumber Gambar Ilustrasi : http://www.panoramio.com/photo/5523266

Mengurai Masalah, Merenda Karya...

 PR untuk BEM dan DLM FISIP Universitas Siliwangi
Subhan Agung

Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Legislatif Mahasiswa (BEM dan DLM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi, Kamis, 26 Mei 2011 kemarin menyelenggarakan Training Keorganisasian. Kegiatan yang lebih tepatnya ngobrol-ngobrol seputar kepemimpinan, model koordinasi antar substruktur dalam organisasi, administrasi, program kerja, keuangan organisasi dan soft skill ini menghadirkan pembicara Subhan Agung dan Rino Sundawa Putra ( keduanya dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya). Kegiatan ini dibuka oleh ketua program studi Ilmu Politik Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Akhmad Satori, M.Si.
 
Pembicara pertama, Subhan Agung memberikan materi tentang model dan tipikal kepemimpinan yang memungkinkan dapat diimplementasikan di BEM  dan DLM kepengurusan baru tahun 2011/2012 ini. Bagaimana juga pengurus harus memperhatikan rekomendasi-rekomendasi penting hasil Musyawarah Mahasiswa, kondisi FISIP, Unsil, dan masyarakat umumnya dalam pembuatan program kerja nantinya. Disampaikan juga berbagai metode, misal SWOT dan Ansos (analisis sosial) yang bisa dijadikan tawaran metode dalam penyusunan program tersebut.

Pembicara kedua, Rino Sundawa Putra, dosen yang juga mantan aktivis BEM Universitas Siliwangi menyampaikan tentang soft skill yang seharusnya dikembangkan dan menjadi perhatian serius kepengurusan BEM dan DLM periode saat ini. Dikatakannya pula kepengurusan tidak hanya memakai logika-logika birokratis semata dalam mengembangkan organisasi. Harus dicari pendekatan lainnya semisal pendekatan pemikiran, penelurusan persepsi tentang orientasi masing-masing pengurus dan menyamakan visi misi. “Pendekatan hati” juga harus menjadi perhatian serius bagi kepengurusan. Bagaimana pengurus merasakan enjoy berada dalam organisasi, tanpa adanya unsur keterpaksaan dalam menjalankan kegiatan dan tanggung jawab organisasi. Walaupun demikian kepengurusan juga harus dinamis dan tetap semangat jika yang bekerja hanyalah orang-orang tertentu saja. Memang secara alamiah, mereka yang tidak serius tidak konsisten dalam organisasi, kemudian menempatkan kepentingannya di atas kepentingan organisasi lambat laun mereka akan tersisih dalam organisasi. Tugas pemimpin adalah terus mengkoordinasikan supaya semangat berorganisasi terus terjaga dengan pendekatan hati yang sudah disampaikan di atas.

Dari penyampaian-penyampaian pengurus terlihat berbagai opini, dari mereka yang optimis ke depannya BEM dan DLM akan lebih maju dari kepengurusan sebelumnya. Namun tidak jarang juga memunculkan pendapat dari mereka yang merasa pesimis, karena berbagai hal, semisal terlalu kuatnya tarikan kepentingan organisasi ektra kampus semisal Ormas-ormas populer yang seolah-olah mencengkram independensi BEM dan DLM. Menurut mereka organisasi-organisasi tersebut cenderung sama-sama menginginkan BEM sebagai kendaran politik mereka. Hal lainnya yang muncul adalah persoalan semangat pengurus yang lemah, masih lemahnya managerial pengurus, pengalaman yang masih minim, dikarenakan diantara beberapa pengurus merupakan mahasiswa semester awal yang masih minim pengalaman.

Untuk menjawab persoalan tersebut, salah satu pembicara, Subhan Agung menyampaikan bahwa hal tersebut semua adalah fenomena umum yang dihadapi oleh hampir keseluruhan organ kemahasiswa di Indonesia pasca jatuhnya Orba. Lembaga kemahasiswaan seolah lesu dan kehilangan semangat (ruh) gerakannya. Hal ini dimungkinkan karena gagapnya organ mahasiswa dalam  merespon zaman saat ini. Common enemy yang dijadikan objek perlawanan mereka saat ini sangat multi interpretatif. Yang terjadi kemudian adalah terkotak-kotaknya gerakan mahasiswa, mereka menjadi sensistif, fanatis dan kurangnya orientasi gerakan yang kritis. mereka saat ini disibukkan dengan perang memperbanyak anggota dengan saudara gerakan mahasiswa lainnya, saling menjegal dan terkadang berhadap-hadapan dalam menyikapi isu publik. Hal ini mengkhwatirkan dan tentunya membuat gerakan tidak nyaman, apalagi jika problem tersebut terserap oleh lembaga semisal BEM. kelesuan atau lemahnya semangat, kreatifitas yang kurang dan tidak kompaknya kepengurusan akan mewarnai BEM, termasuk yang saat ini sedikit banyak dirasakan oleh BEM dan dalam FISIP Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.

Kunci untuk menunggangi semua itu adalah kuatnya leadership pemimpin, terutama top leadership dalam mengelola konflik dan jadikan kerawan tersebut untuk berkompetisi secara fair dalam membuat dan melahirkan karya nyata yang membanggakan FISIP, Unsil apalagi masyarakat umum. Dengan perencanaan dan strategi yang by design dengan matang maka yakin ke depannya BEM dan DLM FISIP Universitas Siliwangi Tasikmalaya akan semakin maju, kritis, kreatif dan inovatif ke depannya. Semoga.

Tasikmalaya, 26 Mei 2011
Subhan Agung.


Ilmu Politik dan Kurikulum Berbasis Kompetensi

 Subhan Agung



Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Siliwangi baru-baru ini melaksanakan loka karya kurikulum Ilmu politik, yang mengambil tema Loka Karya Kurikulum Ilmu Politik Berbasis Kompetensi (KBK Ilmu Politik). Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Prof. DR. Deden Mulyana, M.Si (Pembantu Rektor I Universitas Siliwangi) ini tentunya selain merespon kebijakan pemerintah, kegiatan ini juga selaras dengan visi/misi Universitas Siliwangi dan juga fakultas, terutama terkait dengan pengembangan keilmuan ke depannya. Peserta yang hadir tentunya memiliki latar belakang sangat variatif ( berbagai elemen dari masyarakat dan pemerintah).

Seperti yang sudah dibahas di atas, salah satu dasar dari pelaksanaan loka karya adalah merespon kebijakan pemerintah. Sebagaimana kita ketahui dalam upaya memajukan pendidikan saat ini, pemerintah memberikan arahan, strategi, perencanaan, proses dan model evaluasi pendidikan dengan menggunakan sistem standarisasi tertentu. Model ini tersistematisasi lewat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). BNSP yang termutakhir saat ini adalah BNSP 2010. Oleh karena itulah mau tidak mau kita juga harus merespon ketentuan dan model pengelolaan pendidikan yang termuat dalam BNSP tersebut. Perbincangan tersebut salah satunya mengupas perumusan kurikulum, silabus sampai kepada RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Penjelasan lengkap seputar BNSP ini silakan klik di http://bsnp-indonesia.org/id/. Walaupun masih sangat debatible—perlu pembahasan khusus mendiskusikannya--, model ini tentunya memiliki tujuan yang sangat mulia, yakni menghasilkan lulusan yang kapabel dan mampu bermanfaat di masyarakat nantinya.

Untuk menghasilkan kurikulum yang berkualitas, sebelum masuk dalam pembahasan draft yang sudah disiapkan oleh tim perumus, kegiatan loka karya ini dibuka dengan seminar Pemahaman Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan pembicara bapak Solahudin Kusumanegara (Pakar kurikulum) dan Dosen Senior  di bidang Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Dalam penyampaiannya beliau lebih menyoroti filosofi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan mapping persoalan yang perlu diserap dalam revisi kurikulum. Pembicara kedua Bapak Edi Kusmayadi (Pembantu Dekan I FISIP Universitas Siliwangi) yang lebih menyoroti sejarah dan pengalaman dalam pengelolaan program Ilmu Politik Universitas Siliwangi beserta strategi pencapaian visi/misi universitas dan fakultas.

Dari diskusi yang dimoderatori oleh Subhan Agung (ketua Laboratorium Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi) ini  mengamanatkan beberapa catatan penting yang mengemuka dan harus dipertimbangkan oleh para peserta seminar saat pembukaan loka karya kemarin dan perlu diturunkan (derivasi) dalam hal-hal yang bersifat praktis nantinya adalah: pertama, perlu memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, perlu ada rekayasa dan modifikasi keilmuan yang lebih kontekstual dengan kondisi sosial-kemasyarakatan saat ini. hal ini dilakukan supaya ilmu yang didapat mahasiswa lebih membumi dan menjadi problem solver atas persoalan sosial-kemasyarakatan. Kedua, tuntutan pasar kerja. Hal ini harus menjadi pertimbangan penting dalam pembahasan supaya lulusan bisa berkompetisi di pasar kerja saat ini. Ketiga, konten lokal yang perlu diangkat menjadi ciri khas dan proyek unggulan kajian masa depan. Keempat, tentunya selaras dengan peraturan perundang-undangan, dan visi/misi universitas-fakutas.

Dari diskusi penyusunan kurikulum yang dipandu oleh Hendra Gunawan (Dosen Ilmu Politik) dan HJ. Ai  (Dosen bahasa Indonesia FKIP Universitas Siliwangi) sebagai pemateri terlihat bahwa perlu ada sosialisasi yang lebih masif dari pemerintah ke universitas-universitas dan masif ke staf pengajar. Hal ini dikarenakan masih relatif asingnya standar yang dipakai sebagai acuan saat ini--maklum model ini belum secara masif tersosialisasikan kepada dosen-dosen di lingkungan kita--. Bahkan dalam dataran tertentu kita terkesan gagap dengan standar baru tersebut. Namun lewat bimbingan dari pemateri yang handal, penyusunan silabus dan RPP lancar dan tentunya yang terpenting memberikan pengetahuan dan pembelajaran perencanaan pendidikan yang lebih canggih dan mutakhir dalam memaksimalkan daya indegeniousitas mahasiswa. Karena kurang maksimal dalam pengkajian kemarin tim akan mem follow up lewat diskusi tim hingga tersusun kurikulum yan sesuai harapan di atas, termasuk silabus, dan RPP mata kuliah. Tentang mata kuliah akan ada beberapa mata kuliah baru dan mata kuliah konversi. Kami sedang melakukan proses penggodogan di tim permusus kurikulum dan awal Juni ditargetkan sudah ada hasilnya. Tunggu info selanjutnya.

Tasikmalaya, 10 Mei 2011.