Showing posts with label Pasir Gadog. Show all posts
Showing posts with label Pasir Gadog. Show all posts

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1434 H/2013 M, Mohon Maaf Lahir Batin

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah akhirnya kita sampai di penghujung Ramadhan. Kebahagiaan bercampur "kesedihan" bergelora menjadi satu. Bahagia, karena kita dianggap telah berhasil "mengarungi" Bulan Ujian untuk menjadikan diri dan pribadi kita yang lebih baik lagi. Bersedih, karena Ramadhan yang penuh berkah, ampunan dan kemuliaan bagi yang mampu memanfaatkannya sebentar lagi berlalu. Namun, apapun pencampuran rasa itu. Saya dan keluarga berharap semoga kebahagiaan dirasakan oleh seluruh makhluk di alam semesta ini.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1434 H/2013 M

Assalamu'alikum Wr. Wrb.

Tidak terasa Ramadhan sudah "diujung mata". Kebahagiaan menyambut Ramadhan terasa menyeruak dalam sanubari. Ucap syukur kepada Tuhan atas perkenanyalah, Hamba ini dapat menyambung hidup dan masih diberi kesempatan memperbaiki diri di bulan yang diagungkan "Ramadhan Mubarak". Tuhan memberikan fasilitas berharga untuk menempa diri kita, bulan ujian dan ampunan. Semoga kita dapat memanfaatkan barokah-barokah Ramadhan.

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1433 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Menuju "Hari Kemenangan" besok, 1Syawal 1433 H saya Subhan Agung, admin blog Pasir Gadog dan keluarga mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama ini, baik yang langsung saya rasakan, ataupun tidak, baik disengaja ataupun tidak. Semoga amal 'ibadah kita diterima di sisi Yang Maha Kuasa. Amin ya Rabbal 'Almien..

Selamat berbahagia dengan serba baru, pakaian baru, jiwa baru penuh kesucian hati. Semoga kesucian 'idul fitri membawa berkah dan kebahagian bagi segenap ummat manusia, dan semua makhluk ciptaan-Nya. Selamat merayakan 'Idul Fitri 1433 H, Mohon Maaf Lahir-Bathin. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allohu Akbar, Walillahilhamdu.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Subhan Agung dan Keluarga


Galunggung di Balik Kabut Tebal

Oleh : Subhan Agung

Sebagaimana diberitakan berbagai media, bahwa Gunung Galunggung di Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan gejala dan aktivitas vulkanik terutama di sekitar danau kawahnya. Aktivitas tersebut semisal ternyadinya gempa vulkanik dalam dan tektonik serta perubahan warna air di danau kawah dengan mengeluarkan bualan-bualan, bahkan terakhir diberitakan suhu air danau meningkat tajam mencapai 40 derajat Celcius. Pasca ditetapkannya status Gunung Galunggung menjadi Waspada (level II) tanggal tanggal 12 Februari 2012 pukul 15.30 WIB oleh Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, kondisi gunung ini terlihat dari pandangan sekitar selalu tertutup kabut tebal. 

Kondisi visual tersebut berbeda dari biasanya, ketika cuaca cerah Galunggung selalu terlihat jelas dari pandangan. Selain itu di malam hari juga selalu terjadi kilatan-kilatan (kingkilaban), walaupun cuaca di sekitar Galunggung terlihat cerah. Sampai saat ini (Rabu, 15 Februari 2012) belum ada gejala berarti yang dinilai membahayakan, selain gejala yang tersebut di atas. Namun kondisi ini sempat membuat panik masyarakat sekitar (Kecamatan Sukaratu, apalagi tempat tinggal saya yang persis di kaki Galunggung). Dengan kesigapan para tokoh masyarakat dan jalinan informasi yang up to date dengan pusat pemantauan Gunung Galunggung di Kecamatan Padakembang, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar.

Sebagai informasi Gunung Galunggung merupakan salah satu gunung api strato dengan ketinggian mencapai 2 km lebih dpl. Gunung ini pernah meletus empat kali dalam sejarah. Letusan terakhir berlangsung selama 9 bulan sepanjang tahun 1982-1983. Secara geografis gunung ini terdapat di perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, letaknya di Kampung Cipanas, Desa Linggajati, Kecamatan Sukaratu. Semoga tidak akan terjadi apa-apa yang membahayakan keselamatan masyarakat sekitar. Amin ya Rabbal Alamin.

Photo-Photo Galunggung sedang Tertutup Kabut Tebal 







Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi Subhan Agung, diambil menggunakan kamera HP, resolusi 3,25 MP. Jepretan diambil di kawasan dataran tinggi Cimala, Indrajaya, 5 km dari Kawah Galunggung

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1432 H

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sahabat Blogger yang Berbahagia..!

Dalam kesempatan yang baik dan penuh nuansa yang berbahagia, saya Subhan Agung, admin blog Pasir Gadog, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala tingkah laku, ucapan secara langsung maupun lewat tulisan yang tidak berkenan, penuh kesalahan dan khilaf serta kemungkinan menyinggung hati sahabat semua tanpa sepengetahuan saya sendiri, selama kita berinteraksi dalam dunia maya ini.

Semoga amal ibadah, segala kebaikan kita diterima di sisi Allah SWT dan kita semua mampu menjadikan bulan suci Ramadhan yang telah kita arungi ini, menjadi jembatan untuk memperbaiki kita dan keluarga dalam proses menjadi manusia sempurna di hadapan Allah SWT. Semuanya tidak ada yang mustahil jika kita berusaha memperbaiki semua kesalahan yang lampau dan berpacu dalam kebaikan ke depannya. Semoga !. Amin ya Rabbal 'Alamin..

Sahabat Blogger yang Berbahagia!

Dalan nuansa kebahagiaan ini saya dan keluarga mengucapkan : Selamat Merayakan Hari 'Idul Fitri, Taqobalallohu Minna wa Minkum Shiyamana wa Shiyamakum, bagi semua blogger muslim, semoga kualitas fitri dan kebahagiaan selalu menaungi kita semua. Bagi teman-teman lainnya yang tidak merayakannya karena kebetulan non-muslim, semoga kebahagiaan kami juga dirasakan oleh teman-teman semua, karena pada dasarnya semua agama ada untuk saling menebar kebaikan bagi sesama (rahmatan lil 'alamin). Terima kasih.


Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Subhan Agung dan Keluarga












Pasir Gadog, hanyalah Tulisan Biasa..

Oleh : Subhan Agung

 
Tentang Pasir Gadog
Pasir Gadog merupakan nama yang saya berikan untuk blog ini. Awalnya saya memberikan nama ini tidak sedikitpun berdasarkan pada alasan yang mendalam, filosofis apalagi visioner. Hanya kebetulan saja, ketika saya “iseng-iseng” membuat blog lewat blogspot di penghujung tahun 2008. Saat itu yang saya ingat untuk dijadikan judul adalah Pasir Gadog. Benar-benar saat itu hanya ingatan dan pilihan spontanitas saja. Walaupun saya harus akui juga di bawah alam sadar saya, bahwa Pasir Gadog sangat membekas dalam pengalaman hidup saya, terutama di masa kecil sampai saya menginjak dewasa.

Pengaruh tersebut ternyata terasa besar saat ini, ketika beberapa sahabat blogger memberikan saran agar mengganti judul blog dengan judul yang lebih menjual dan populer, supaya dapat dengan cepat populer dan mudah dideteksi oleh search engine atau mesin pencari sejenisnya. Hal ini dikarenakan teman-teman prihatin terhadap blog saya ini “antara hidup dan mati”. Namun saya tetap mempertahankan Pasir Gadog sebagai nama blog saya dengan pertimbangan lebih menjadi ciri khas saya yang memang lahir dan dibesarkan di lingkungan tempat ini. Pikir saya walaupun tidak ada yang sengaja berkunjung, paling tidak bagi mereka yang datang “tersesat” ke blog saya.

Pasir Gadog sebenarnya merupakan nama dari sebuah bukit seluas kurang lebih 5 Ha, 18 Km sebelah Barat kota Tasikmalaya. Letaknya dipinggiran Kabupaten Tasikmalaya, yakni kaki Gunung Galunggung. Pasir Gadog secara geografis terletak di kampung Ciakar, desa Sukaratu, kecamatan Sukaratu, kabupaten Tasikmalaya. Di tempat inilah saya dilahirkan, dibesarkan sampai masa remaja (SLTA). Tempat di sebelah Barat Daya rumah saya ini merupakan tempat main saya dengan teman-teman saat masa kecil, mencari tumbuhan Pakis untuk di makan bersama-sama, mencari hayam cangehgar, terus dibakar dan dimakan bareng-bareng, ngala jamu haer (memanjat pohon jambu air), sampai sempat terjatuh, ngala iwung (mencari rebung bambu), mencari kayu-kayu yang tumbang untuk dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Semua aktifitas saya setelah pulang sekolah sebagian besar dilakukan dan dihabiskan di bukit ini. Bukit ini juga menjadi tempat pelarian saya ketika dimarahin orang tua, karena kebiasaan “jelek” saya yang suka memakan tahu mentah yang siap dimasak secara diam-diam.

Oleh karena memiliki cerita lama yang melekat kuat pada diri saya, maka tempat itu selalu teringat di hati dan sulit dilupakan, walaupun setelah SMA kehidupan saya cukup lama dihabiskan di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, namun Pasir Gadog tetap menjadi tempat kenangan yang menyimpan banyak inspirasi dalam mengembangkan cara berfikir saya. Mungkin saja memori ini merupakan pengaruh kita berbuat baik pada alam. Saya meyakini bahwa hakikat kehidupan ini keseimbangannya mencakup hubungan tiga piramida yakni Tuhan, Alam dan Manusia. Tuhan sebagai Khalik, pencipta yang memiliki hak untuk diimani dan dipuja oleh makhluk. Sedangkan alam dan manusia adalah ciptaan (makhluk) yang diharuskan menghamba. Sesama makhluk Tuhan haruslah berbuat lain untuk melakukan back-link (bahasa bloggernya). Jika diantara sesama berbuat baik, termasuk pada alam, alam pun akan baik pada kita. Alam boleh dimanfaatkan, namun tidak boleh dirusak. Jika dirusak, maka alam pun akan murka pada kita.

Dari Pasir Gadog Memandang Dunia
Disiplin –Globalisasi mengatakannya begitu—keilmuan saya dalam belajar di universitas kebetulan di bidang Ilmu Politik. Sudah selama 7 tahun saya menggeluti teori di bidang ilmu ini. Kemudian sejak tahun 2007 saya pun mulai tercatat mengampu materi kajian Ilmu-Ilmu Politik di Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. Oleh karena itulah di blog saya ini janganlah postingan terbanyaknya tentang politik, sosial, filsafat dan agama. Secara khusus blog ini memang diperuntukkan untuk menuangkan ide-ide saya, baik opini, penelitian, maupun materi formal dalam kuliah dan mengajar dalam Ilmu Politik. Namun walaupun begitu, saya juga memasukkan berbagai hal tentang saya selain dalam Ilmu Politik seperti kuliner, jalan-jalan, info bisnis, berita, dan lain sebagainya.

Selogan dari blog ini adalah Politics, Policy, and My Arche Writing. Politics maksudnya adalah bagaimana politik dipahami sebagai sebuah ilmu untuk mencapai kebaikan (progresifitas) kehidupan manusia. Kajian ini dalam Ilmu Politik ngetrend terutama sejak di masa post-Kolonial yang disebut sebagai life’s politics. Kajian-kajiannya mencakup budaya politik, habitus politik, agama dan politik, politik identitas, gender, etnisitas, politik dekontruksi, dan lainnya. Policy maksudnya politik dipahami sebagai politik prosedural yang lazim dipahami di masa Modern saat ini. Politik model ini sering disebut model Scumpeterian, karena memang beliaulah yang concern dengan bidang kajian politik seperti ini, bahkan sangat mean-stream saat ini. Kajian utamanya Parpol, Pemilu, parlemen, sistem demokrasi, pemerintahan, dan kajian politik prosedural lainnya.

Sedangkan Arche Writing adalah kata-kata yang penulis adopsi dari ilmuwan Jacques Derrida (1930-2004) yang maksudnya adalah tulisan hidup yang memiliki makna dalam dan bisa memainkan kehidupan manusia. Konteks pemikiran tersebut sebagai kritik terhadap pemikiran pendahulunya semisal Ferdinand de Saussure yang lebih mengutamakan ujaran dari pada tulisan. Harapannya tulisan-tulisan saya di Pasir Gadog ini memiliki makna dan hidup sebagai tulisan yang dapat dimanfaatkan, baik menambah referensi maupun panduan dalam mencari kebenaran yang sebenarnya (dekonstruksi pemikiran). Ingat kebenaran adalah tujuan yang akan kita cari, proses dalam mencari kebenaran itulah yang penting bagi kita. Pasir Gadog paling tidak menjadi media untuk berdialektika untuk mencapai kesempurnaan tersebut, paling tidak bagi diri saya sendiri, dan diharapkan juga bagi sahabat semuanya. Sangat bersyukur sekali jikalau blog ini bermanfaat bagi semuanya. Semoga!.

Subhan Agung. Tasikmalaya, 15 Januari 2009